Kamis, 03 Agustus 2017

CACAR AIR

CACAR AIR

Penyakit cacar air secara medis dikenal dengan sebutan varisela, dan pada umumnya banyak diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini pula bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat dari anak-anak. Kebanyakan semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.
Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini umumnya ditandai dengan kemunculan ruam di kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mongering dengan sendirinya, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air ialah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.
cacar air umumnya diawali dengan demam dan rasa lemas pada seluruh badan. Oleh sebab itu, suhu badan penderita cacar air selalu menunjukkan suhu yang diatas normal. Secara kasat mata, penyakit cacar air terlihat dengan adanya ruam kemerahan pada kulit yang membentuk bentolan kecil. Bentolan tersebut mengandung air dan kerap kali membuat penderitanya merasa gatal. apabila bentolan itu pecah, maka akan meninggalkan bekas yang biasanya sulit untuk dihilangkan.

Metode Pengobatan Cacar Air
Cacar air tidak memiliki langkah penanganan khusus. Tujuan pengobatannya ialah untuk mengurangi gejala.
Obat-obatan yang digunakan untuk menangani cacar air umumnya ada dua jenis. Pertama ialah paracetamol untuk menurunkan demam. Yang kedua ialah losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal di kulit.

Risiko Komplikasi Cacar Air
Tidak semua anak yang tertular cacar air bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Gejala tidak biasa yang sebaiknya Anda wasdii meliputi infeksi yang terjadi di bintil-bintil di kulit, atau apabila anak mengalami muntah,  leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, bicara, dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Segera hubungi dokter apabila kondisi cacar air anak Anda makin serius.
Sedangkan, kondisi pada penderita cacar air dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi. Obat penangkal virus atau antivirus dimungkinkan bisa lebih efektif untuk mengobati pengidap cacar air pada orang dewasa apabila diberikan pada waktu 24 jam pertamadan ketika pertama kalinya muncul bintil-bintil air.
Cacar air di wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah pula lebih rentan terhadap komplikasi serius. Mereka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya apabila terpapar virus ini atau mengalami gejala-gejalanya.

Langkah Pencegahan Cacar Air
Cacar air bisa dicegah dengan proses vaksinasi. Ini ialah langkah paling efektif untuk mencegah cacar air dan komplikasinya. Penularan cacar air umumnya sangat mudah dan cepat. Salah satu sebagai cara pencegahan cacar air terhadap penyebaranya yaitu  bisa dilakukan dengan memisahkan penderita cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah dan  kantor. Baiknya dianjurkan pada 1-2 hari sebelum kemunculan ruam sampai 1 minggu ke depanya setelah awal munculnya ruam ataupun ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng.

GEJALA CACAR AIR
Gejala umum cacar air yang paling mudah dideteksi ialah ruam merah yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat sejumlah gejala lain yang mungkin dialami oleh pengidap sebelum kemunculan ruam. Gejala-gejala tersebut bisa berupa:
·         Demam.
·         Rasa mual dan tubuh terasa tidak segar.
·         Tidak nafsu makan.
·         Sakit kepala.
·         Kelelahan.
·         Rasa nyeri atau sakit di otot.
Gejala-gejala tersebut bisa dialami oleh penderita dewasa dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita anak-anak.
Setelah itu, akan muncul ruam yang terasa gatal. Akan tetapi, tidak semua pengidap cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang hanya mengalaminya di beberapa bagian tubuh tertentu (seperti kulit kepala, wajah, di belakang telinga, dada, punggung, perut, atau kaki) dan ada yang di seluruh tubuh, bahkan sampai di dalam mulut dan telinga, serta sekitar bokong. Ruam ini umumnya akan melalui tiga tahap perubahan, yaitu :
·         Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal.
·         Bentol-bentol tersebut kemudian berubah menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal.
·         Setelah 1-2 hari, bintil akan mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas sendiri.
Akan tetapi, tidak semua bintil akan melewati ketiga tahap secara bersamaan. Umumnya, akan ada bintil-bintil yang masih basah, dan sementara yang lainya sudah mengering.
Harap diingat bahwa ada sebagian pengidap yang mengalami penyakit cacar air yang lebih parah. Segera pergi dokter apabila ada gejala tidak biasa seperti sakit dada, kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi, serta gejala-gejala dehidrasi berupa mulut yang kering dan jarang buang air kecil.

PENYEBAB CACAR AIR
Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini bisa menular dengan sangat mudah dan cepat. Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan cairan saat pengidap bersin atau batuk. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus cacar air apabila telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.
Saat-saat yang harus dihindari ialah 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar satu minggu setelah munculnya ruam).
Adapun beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko seseorang tertular penyakit cacar air. Faktor-faktor risiko tersebut diantaranya, yaitu :
·         Belum pernah terkena cacar air.
·         Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
·         Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pernah mengidap HIV, mengunakan obat-obatan steroid, dan menjalani kemoterapi.
·         Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.
·         Serumah dengan anak-anak.
·         Bayi, terutama yang  baru lahir, yang memiliki ibu yang belum menerima vaksin cacar air.
Pada umumnya penderita cacar air tidak perlu menjalani tes ataupun pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air apabila Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air pula memiliki tekstur signifikan, sehingga mudah dikenali.
Ibu hamil dan menyusui, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan pada bayi  yang masih berusia di bawah satu bulan sebaiknya segerakan diperiksa oleh dokter apabila mengalami gejala-gejala cacar air. Diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi.
Dokter pula bisa melakukan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak. Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi apabila tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.

PENGOBATAN CACAR AIR
Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatannya ialah untuk mengurangi gejala yang bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana seperti:
·         Banyak minum dan hindari makanan yang bisa membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es pula bisa diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.
·         Jangan menggaruk bintil cacar air karena bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyisakan bekas luka. Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur pula bisa mencegah garukan, terutama di anak-anak. Anda pula bisa mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih).
·         Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit yang lebih parah akibat bintil cacar air bisa dicegah.
·         Gunakan obat pereda sakit atau analgesik apabila perlu. Analgesik seperti paracetamol bisa dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi, disarankan menghubungi dokter terlebih dulu apabila anak Anda berusia di bawah tiga bulan saat mengalami cacar air.
Jangan berikan aspirin kedi anak yang sedang menderita cacar air karena bisa menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius di otak dan hati.
walau demikian, tidak semua pengidap cacar air bisa sembuh tanpa penanganan medis. Orang-orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini membutuhkan pengobatan yang lebih intensif, yaitu ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes.
Salah satu langkah penanganannya ialah obat antivirus acyclovir. Obat ini bisa meringankan gejala cacar air apabila diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah ruammuncul. Acyclovir berfungsi meringankan gejala-gejala cacar air dan bukan menyembuhkannya.
Di samping obat antivirus, dokter pula bisa menganjurkan terapi imunoglobulin. Dalam terapi ini, varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.
Sama seperti acyclovir, imunoglobulin bukan bertujuan mengobati cacar air. Terapi ini ialah langkah perlindungan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi cacar air yang parah.

KOMPLIKASI CACAR AIR
Cacar air termasuk penyakit ringan yang jarang menyebabkan komplikasi, khususnya di anak-anak yang umumnya sehat. Berbeda dengan anak-anak, pengidap cacar air dewasa umumnya mengalami gejala yang lebih parah dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.
Terbisa sejumlah komplikasi di cacar air yang mungkin terjadi, khususnya di mereka yang berisiko tinggi. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:
·         Infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih.
·         Pneumonia, terutama di pengidap cacar air dewasa yang merokok.
·         Dehidrasi.
·         Radang otak atau ensefalitis.
·         Meningitis.
Ibu hamil yang terkena cacar air pula lebih berisiko mengalami komplikasi. Apabila mengidap cacar air di 7 bulan pertama kehamilan, bayi dalam kandungan berisiko mengalami sindrom varisela kongenital. Sindrom ini bisa menyebabkan komplikasi serius di bayi, seperti katarak, luka di kulit, atau kerusakan di otak, serta tangan atau kaki yang pendek.
Penularan cacar air ke bayi pula bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. apabila ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.

Risiko Cacar Api (Shingles)
Virus varisela zoster bisa menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh. Di kemudian hari, virus ini memiliki kemungkinan untuk muncul kembali dan menyebabkan cacar api, khususnya di orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar