Minggu, 20 Agustus 2017

POEISI

Besarnya cinta mu

Membendung air berharap mutiara
Besarnya cinta mu pada hamba yang penuh dusta dan nista
Terbungkuskan kain kesederhanaan
            Siapa kira, siapa sangka dialah
            Besarnya cinta mu maha penerima dan maha pemberi ampunan
            Puing puing kesombongan sudah bergerombol
                        Menyaksikan ketiadaan dari  pengakhiran
                        Besarnya cinta mu yang masih saja ada
                        Setiap aliran darah mengalir tanpa benturan
            Dia yang selalu ada dan berada
            Memberikan besar cintanya
            Tanpa pernah mengeluh pada rasa
Besarnya cinta mu…, bahkan
Hilang, lenyap, tak terpandang
Dengan hamba yang dilumuri dosa


2017. 

Kamis, 03 Agustus 2017

CACAR AIR

CACAR AIR

Penyakit cacar air secara medis dikenal dengan sebutan varisela, dan pada umumnya banyak diderita oleh anak-anak berusia di bawah 10 tahun. Penyakit ini pula bisa menyerang orang dewasa dan umumnya gejala yang muncul lebih berat dari anak-anak. Kebanyakan semua orang dewasa yang pernah mengidap cacar air tidak akan tertular lagi.
Penyakit yang disebabkan oleh virus varicella zoster ini umumnya ditandai dengan kemunculan ruam di kulit sebagai gejala utamanya. Ruam tersebut akan berubah menjadi bintil merah berisi cairan yang terasa gatal yang kemudian akan mongering dengan sendirinya, menjadi koreng, dan terkelupas dalam waktu 7 hingga 14 hari. Bagian-bagian tubuh yang biasa ditumbuhi bintil cacar air ialah wajah, belakang telinga, kulit kepala, dada, perut, lengan, serta kaki.
cacar air umumnya diawali dengan demam dan rasa lemas pada seluruh badan. Oleh sebab itu, suhu badan penderita cacar air selalu menunjukkan suhu yang diatas normal. Secara kasat mata, penyakit cacar air terlihat dengan adanya ruam kemerahan pada kulit yang membentuk bentolan kecil. Bentolan tersebut mengandung air dan kerap kali membuat penderitanya merasa gatal. apabila bentolan itu pecah, maka akan meninggalkan bekas yang biasanya sulit untuk dihilangkan.

Metode Pengobatan Cacar Air
Cacar air tidak memiliki langkah penanganan khusus. Tujuan pengobatannya ialah untuk mengurangi gejala.
Obat-obatan yang digunakan untuk menangani cacar air umumnya ada dua jenis. Pertama ialah paracetamol untuk menurunkan demam. Yang kedua ialah losion atau bedak kalamin untuk mengurangi rasa gatal di kulit.

Risiko Komplikasi Cacar Air
Tidak semua anak yang tertular cacar air bisa sembuh dengan sendirinya tanpa penanganan medis. Gejala tidak biasa yang sebaiknya Anda wasdii meliputi infeksi yang terjadi di bintil-bintil di kulit, atau apabila anak mengalami muntah,  leher kaku, kejang, serta menjadi sulit berjalan, bicara, dan menjaga keseimbangan tubuhnya. Segera hubungi dokter apabila kondisi cacar air anak Anda makin serius.
Sedangkan, kondisi pada penderita cacar air dewasa cenderung lebih parah dan berisiko mengalami komplikasi. Obat penangkal virus atau antivirus dimungkinkan bisa lebih efektif untuk mengobati pengidap cacar air pada orang dewasa apabila diberikan pada waktu 24 jam pertamadan ketika pertama kalinya muncul bintil-bintil air.
Cacar air di wanita hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah pula lebih rentan terhadap komplikasi serius. Mereka sebaiknya mencari bantuan medis secepatnya apabila terpapar virus ini atau mengalami gejala-gejalanya.

Langkah Pencegahan Cacar Air
Cacar air bisa dicegah dengan proses vaksinasi. Ini ialah langkah paling efektif untuk mencegah cacar air dan komplikasinya. Penularan cacar air umumnya sangat mudah dan cepat. Salah satu sebagai cara pencegahan cacar air terhadap penyebaranya yaitu  bisa dilakukan dengan memisahkan penderita cacar air dari tempat-tempat umum, seperti sekolah dan  kantor. Baiknya dianjurkan pada 1-2 hari sebelum kemunculan ruam sampai 1 minggu ke depanya setelah awal munculnya ruam ataupun ketika bintil-bintil telah mengering dan menjadi koreng.

GEJALA CACAR AIR
Gejala umum cacar air yang paling mudah dideteksi ialah ruam merah yang bisa menyebar ke seluruh tubuh. Terdapat sejumlah gejala lain yang mungkin dialami oleh pengidap sebelum kemunculan ruam. Gejala-gejala tersebut bisa berupa:
·         Demam.
·         Rasa mual dan tubuh terasa tidak segar.
·         Tidak nafsu makan.
·         Sakit kepala.
·         Kelelahan.
·         Rasa nyeri atau sakit di otot.
Gejala-gejala tersebut bisa dialami oleh penderita dewasa dengan tingkat keparahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan penderita anak-anak.
Setelah itu, akan muncul ruam yang terasa gatal. Akan tetapi, tidak semua pengidap cacar air mengalami gejala ruam yang sama. Ada yang hanya mengalaminya di beberapa bagian tubuh tertentu (seperti kulit kepala, wajah, di belakang telinga, dada, punggung, perut, atau kaki) dan ada yang di seluruh tubuh, bahkan sampai di dalam mulut dan telinga, serta sekitar bokong. Ruam ini umumnya akan melalui tiga tahap perubahan, yaitu :
·         Ruam menjadi bentol-bentol kecil yang gatal.
·         Bentol-bentol tersebut kemudian berubah menjadi bintil berisi cairan yang sangat gatal.
·         Setelah 1-2 hari, bintil akan mengering dan menjadi koreng yang akan mengelupas sendiri.
Akan tetapi, tidak semua bintil akan melewati ketiga tahap secara bersamaan. Umumnya, akan ada bintil-bintil yang masih basah, dan sementara yang lainya sudah mengering.
Harap diingat bahwa ada sebagian pengidap yang mengalami penyakit cacar air yang lebih parah. Segera pergi dokter apabila ada gejala tidak biasa seperti sakit dada, kesulitan bernapas, kulit di sekitar bintil menjadi merah dan terasa perih akibat terinfeksi, serta gejala-gejala dehidrasi berupa mulut yang kering dan jarang buang air kecil.

PENYEBAB CACAR AIR
Cacar air yang disebabkan oleh virus varisela zoster ini bisa menular dengan sangat mudah dan cepat. Penularannya bisa melalui kontak langsung dengan pengidap atau lewat percikan cairan saat pengidap bersin atau batuk. Anda bahkan dianggap sudah terpajan virus cacar air apabila telah mengalami kontak langsung atau pernah satu ruangan dengan pengidap selama 15 menit.
Saat-saat yang harus dihindari ialah 1-2 hari sebelum ruam muncul hingga bintil mengering dan menjadi koreng (sekitar satu minggu setelah munculnya ruam).
Adapun beberapa faktor yang mampu meningkatkan risiko seseorang tertular penyakit cacar air. Faktor-faktor risiko tersebut diantaranya, yaitu :
·         Belum pernah terkena cacar air.
·         Belum menerima vaksin cacar air, terutama ibu hamil.
·         Mempunyai sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti pernah mengidap HIV, mengunakan obat-obatan steroid, dan menjalani kemoterapi.
·         Bekerja di tempat umum seperti di sekolah atau rumah sakit.
·         Serumah dengan anak-anak.
·         Bayi, terutama yang  baru lahir, yang memiliki ibu yang belum menerima vaksin cacar air.
Pada umumnya penderita cacar air tidak perlu menjalani tes ataupun pemeriksaan medis untuk proses diagnosis. Anda kemungkinan besar mengidap cacar air apabila Anda mengalami gejala utama, misalnya demam ringan yang diikuti dengan kemunculan ruam. Bintik merah akibat cacar air pula memiliki tekstur signifikan, sehingga mudah dikenali.
Ibu hamil dan menyusui, seseorang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, dan pada bayi  yang masih berusia di bawah satu bulan sebaiknya segerakan diperiksa oleh dokter apabila mengalami gejala-gejala cacar air. Diagnosis dan pengobatan yang dilakukan sedini mungkin sangat dibutuhkan sebagai upaya untuk menghindari risiko terjadinya komplikasi.
Dokter pula bisa melakukan tes darah sederhana untuk memastikan gejala Anda dan melihat apakah Anda memiliki kekebalan terhadap cacar air atau tidak. Keberadaan antibodi virus cacar air di dalam tubuh menunjukkan bahwa Anda sudah terlindungi dari penyakit tersebut. Tetapi apabila tidak memilikinya, dokter akan memantau perkembangan kondisi.

PENGOBATAN CACAR AIR
Cacar air tidak memiliki langkah pengobatan khusus dan umumnya akan sembuh dengan sendirinya. Tujuan pengobatannya ialah untuk mengurangi gejala yang bisa dilakukan dengan beberapa langkah sederhana seperti:
·         Banyak minum dan hindari makanan yang bisa membuat mulut sakit, khususnya makanan asin. Pencegahan dehidrasi penting bagi pengidap cacar air, terutama anak-anak. Es pula bisa diberikan untuk meringankan nyeri atau gatal akibat bintil cacar air di dalam mulut.
·         Jangan menggaruk bintil cacar air karena bisa meningkatkan risiko infeksi dan menyisakan bekas luka. Membungkus tangan dengan sarung tangan atau kaus kaki saat tidur pula bisa mencegah garukan, terutama di anak-anak. Anda pula bisa mengoleskan losion, bedak kalamin, atau mengonsumsi chlorphenamine (cocok diminum anak-anak berusia satu tahun atau lebih).
·         Kenakan pakaian berbahan lembut, seperti katun, dan longgar agar iritasi kulit yang lebih parah akibat bintil cacar air bisa dicegah.
·         Gunakan obat pereda sakit atau analgesik apabila perlu. Analgesik seperti paracetamol bisa dikonsumsi pengidap yang mengalami nyeri serta demam. Tetapi, disarankan menghubungi dokter terlebih dulu apabila anak Anda berusia di bawah tiga bulan saat mengalami cacar air.
Jangan berikan aspirin kedi anak yang sedang menderita cacar air karena bisa menyebabkan sindrom Reye. Penyakit ini menyebabkan kerusakan serius di otak dan hati.
walau demikian, tidak semua pengidap cacar air bisa sembuh tanpa penanganan medis. Orang-orang yang rentan mengalami komplikasi akibat penyakit ini membutuhkan pengobatan yang lebih intensif, yaitu ibu hamil, bayi yang baru lahir, serta orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun, misalnya pengidap kanker atau diabetes.
Salah satu langkah penanganannya ialah obat antivirus acyclovir. Obat ini bisa meringankan gejala cacar air apabila diberikan dalam kurun waktu 24 jam setelah ruammuncul. Acyclovir berfungsi meringankan gejala-gejala cacar air dan bukan menyembuhkannya.
Di samping obat antivirus, dokter pula bisa menganjurkan terapi imunoglobulin. Dalam terapi ini, varicella-zoster immunoglobulin (VZIG) yang mengandung antibodi untuk virus cacar air akan diberikan melalui infus.
Sama seperti acyclovir, imunoglobulin bukan bertujuan mengobati cacar air. Terapi ini ialah langkah perlindungan bagi orang-orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi cacar air yang parah.

KOMPLIKASI CACAR AIR
Cacar air termasuk penyakit ringan yang jarang menyebabkan komplikasi, khususnya di anak-anak yang umumnya sehat. Berbeda dengan anak-anak, pengidap cacar air dewasa umumnya mengalami gejala yang lebih parah dan membutuhkan penanganan di rumah sakit.
Terbisa sejumlah komplikasi di cacar air yang mungkin terjadi, khususnya di mereka yang berisiko tinggi. Beberapa komplikasi tersebut meliputi:
·         Infeksi bakteri yang menyerang bintil dengan indikasi berupa kulit di sekitar bintil yang memerah dan perih.
·         Pneumonia, terutama di pengidap cacar air dewasa yang merokok.
·         Dehidrasi.
·         Radang otak atau ensefalitis.
·         Meningitis.
Ibu hamil yang terkena cacar air pula lebih berisiko mengalami komplikasi. Apabila mengidap cacar air di 7 bulan pertama kehamilan, bayi dalam kandungan berisiko mengalami sindrom varisela kongenital. Sindrom ini bisa menyebabkan komplikasi serius di bayi, seperti katarak, luka di kulit, atau kerusakan di otak, serta tangan atau kaki yang pendek.
Penularan cacar air ke bayi pula bisa terjadi ketika sang ibu terinfeksi satu minggu sebelum atau sesudah melahirkan. apabila ini terjadi, bayi yang baru lahir akan berisiko terkena cacar air yang lebih parah.

Risiko Cacar Api (Shingles)
Virus varisela zoster bisa menetap dalam sel-sel saraf tubuh bahkan setelah gejala-gejala cacar air sembuh. Di kemudian hari, virus ini memiliki kemungkinan untuk muncul kembali dan menyebabkan cacar api, khususnya di orang dewasa dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun.




Selasa, 30 Mei 2017

OVERDOSIS OBAT

Overdosis Obat

Overdosis obat dapat disengaja atau tidak. Kejadian ini dapat terjadi karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang antara lain : alkohol, agar penderitanya mabuk serta teler, atau ketika seseorang mengonsumsi obat medis — resep, nonresep, bahkan produk herbal — lebih dari takaran dosis yang direkomendasikan dan tubuhnya tidak sempat mengeluarkan kelebihan obat untuk menghindari efek samping yang berbahaya.
Overdosis obat dapat terjadi secara tiba-tiba, ketika penderita mengkonsumsi sejumlah besar dosis obat dikonsumsi dalam satu waktu, atau secara bertahap saat zat obat perlahan menumpuk dalam tubuh selama jangka waktu lama. Overdosis obat ialah kondisi gawat darurat medis.
Mengenali tanda dan gejala overdosis obat
Mengetahui tanda dan gejala overdosis dan tindakan yang tepat untuk dilakukan dapat membantu dapat menghindari tragedi. Seseorang tidak perlu untuk memiliki semua tanda atau gejalanya untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya menunjukkan satu-dua gejala masih dapat berarti mereka berada dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan darurat.

Gejala overdosis obat yaitu :

•           Mual
•           Muntah
•           Kram perut
•           Diare
•           Pusing
•           Hilang keseimbangan
•           Kejang (tergantung situasi dan kondisi)
•           Mengantuk
•           Kebingungan
•           Kesulitan bernapas/tidak bernapas
•           Perdarahan internal
•           Halusinasi
•           Gangguan penglihatan
•           Mengorok berat
•           Kulit membiru
•           Koma

Tanda jika diri kita mengalami overdosis obat yaitu :

1. Kelelahan
Apakah dapat sering lelah dan memiliki energi rendah bahkan ketika dapat tidak melakukan apa pun sama sekali? Apakah dapat menemukan bahwa dapat merasa kekurangan napas?
2. Berulang jatuh, cedera, atau kecelakaan
Apakah dapat jatuh lebih sering daripada sebelumnya dan/atau apakah dapat menjadi lebih rentan kecelakaan?
3. Kehilangan atau menambah berat badan tanpa hal jelas
Apakah dapat tiba-tiba memperoleh atau kehilangan berat badan dan tidak tahu mengapa?
4. Kurangnya kebersihan pribadi
Apakah dapat tiba-tiba tidak tertarik untuk mandi, memakai deodoran, menyikat gigi, dan menjaga kebersihan tubuh dapat secara normal?
5. Kesulitan berkonsentrasi dan masalah memori
Pernahkah dapat memperhatikan bahwa dapat tidak dapat berkonsentrasi bahkan hal-hal sederhana atau bahwa dapat mengalami banyak kesulitan mengingat bagaimana melakukan tugas-tugas yang normal?
6. Perubahan dalam pola tidur
Apakah dapat memiliki masalah tidur dimalam hari karena dapat terjaga? Itu sulit bagi dapat untuk tetap terjaga selama sehari karena dapat sering merasa grogi?
7. Halusinasi visual atau auditori, delusi atau psikosis
Apakah dapat pernah memiliki halusinasi seperti: mendengar suara ketika tidak ada yang benar-benar mengatakan apa-apa, melihat lampu atau objek yang tidak benar-benar hadir atau mencium bau yang tidak benar-benar ada?
Apa tentang khayalan dimana dapat percaya bahwa dapat ialah diracuni, berjalan, memiliki penyakit ketika dapat tidak benar-benar sakit, atau bahwa dapats edang tertipu?
Apakah dapat menderita dari psikosis yang melibatkan tidak mampu untuk berhubungan dengan orang lain atau memahami kenyataan? Apakah dapat paranoid atau apakah dapat memiliki ide-ide yang salah tentang apa yang sedang terjadi di sekitar dapat atau dapat bahkan bingung tentang identitas dapat sendiri?
Jika dapat memiliki gejala-gejala tersebut, maka dapat bahwa dapat sedang overmedicated dan perlu mencari bantuan untuk menyingkirkan obat-obatan yang tidak perlu yang dapat menyebabkan dapat lebih banyak ruginya daripada baik.


Cara Mencegah Terjadinya Overdosis

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya overdosis ialah:
         Tidak mengonsumsi satu obat berbarengan dengan obat lain.
         Jika dapat harus minum obat yang telah direkomendasikan oleh dokter, pastikan dapat mengonsumsinya sesuai dengan yang diresepkan.
         Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak.
         Minumlah obat menggunakan alat takar yang sesuai. Karena terdapat sebagian pemberian obat yang menggunakan sendok serta ada pula yang menggunakan pipet tetes  untuk anak-anak.
         dapat harus paham ukuran pemberian obat yang biasa digunakan, yaitu ml (mililiter), sdt (sendok teh), dan sdm (sendok makan).
         Ukuran 1 sendok the disetarakan dengan 5 mililiter. Serta ukuran sendok makan ialah tiga kali lipat ukuran sendok teh.
         Baca petunjuk pemberian obat yang berada pada label kemasan.
         Ada obat untuk anak yang takaran pemberiannya berdasarkan berat badan. Pastikan dapat mengetahui berat badan anak dengan benar.
         Selalu periksa label kadaluarsa obat pada saat akan digunakan untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat.
         Pemeriksaan obat sebelum diberikan, yaitu dengan cara memeriksa keutuhan kemasannya, periksa labelnya untuk mengetahui jenis obat, takaran pemberian, serta periksa kualitas obatnya dengan memastikan bau, warna, dan bentuknya tidak berubah.
         Simpan obat-obatan pada tempat yang tidak mudah terjangkau oleh anak-anak.
         Apabila ada anggota keluarga yang mengalami depresi, segera berikan perawatan kejiwaan untuk mencegahnya dalam mencelakai dirinya sendiri karena cara meminum obat berlebihan.
         Jangan anggap sepele ancaman bunuh diri.
           

Yang dapat dilakukan untuk menolong orang yang overdosis obat yaitu :

1. Segera menghubungi gawat darurat jika orang tersebut telah:
•           Ambruk atau tak sadarkan diri
•           Berhenti bernapas
Jika tidak mendapatkan respon dari seseorang yang tidak sadar, jangan menganggap mereka sedang tidur. Karena tidak semua overdosis terjadi dengan cepat, terkadang kejadian overdosis dapat memakan waktu berjam-jam hinngga korban overdosis kehilangan nyawanya. Tindakan yang diambil secepat mungkin di waktu-waktu kritis dapat menyelamatkan nyawa.
Apabila pasien overdosis telah sadar, kadang pasien terlihat paranoid, bingung, gusar, serta gelisah. Minta keluarga atau teman untuk menenangkan dirinya. Pertimbangkan untuk menghubungi polisi jika keselamatan pasien atau orang di sekitarnya terancam.
2. Jika ia tidak sadar dan tidak bernapas, mulai CPR
Personil gawat darurat yang berbicara pada dengan dapat di telepon dapat memandu dapat untuk melakukannya sampai bantuan tiba. Atau, contek langkah-langkah melakukan CPR, di sini.
3. Jika orang tersebut tidak sadar tapi bernapas
Baringkan ia di sisi tubuhnya. Pastikan jalan napas korban overdosis tetap terbuka dengan cara memiringkan kepala ke arah belakang serta mengangkat dagu. Posisi ini  dapat mencegah orang tersebut tersedak oleh muntahannya, jika ada. Beberapa obat dapat mengakibatkan pemanasan tubuh serius. Serta apabila korban overdosis mamakai baju yang berlapis maka, lepaskan pakaian yang tidak perlu untuk memungkinka permukaan kulit terkena serta untuk menstabilkan temperatur tubuhnya.
Periksa pernapasan serta pantau kondisi mereka sampai bantuan tiba. Jangan coba untuk memaksakan muntah, atau memberikan makan/minum.
4. Cari tahu dia overdosis obat apa
•           Apabila korban tersebut sadar, tanyakan apa yang ia konsumsi, seberapa banyak, kapan terakhir kali ia meminumnya, serta bagaimana ia mengonsumsinya (ditelan, dihirup, atau disuntikkan)
•           Jika korban tidak sadar, periksa sekelilingnya. Kumpulkan botol, plastik, jarum, atau suntikan yang dapat temukan dalam satu kantong plastik. Jika ada muntahan, ambil sedikit sampelnya. Ini bertujuan sebagai bukti untuk diberikan pada personil gawat darurat yang menanganinya dan dianalisis lebih jauh.
5. Sebaiknya tidak meninggalkan korban overdosis sendirian, karena seseorang yang sedang mengalami overdosis dapat masuk serta keluar dari kesadaran dirinya.


Senin, 22 Mei 2017

BATUK KERING ATAU BATUK TIDAK BERDAHAK

BATUK KERING ATAU BATUK TIDAK BERDAHAK

Batuk kering ialah batuk yang tidak mengeluarkan dahak. Kondisi-kondisi yang mampu menyebab terjangkitnya seseorang pada penyakit batuk kering yaitu melalui udara kering, iritan, alergi, naiknya asam lambung, dan flu. Batuk ini akan membuat Anda merasa tidak nyaman dan mengganggu dalam kegiatan sehari-hari. Pada umumnya, batuk akan berhenti dalam waktu tiga minggu. Akan tetapi, batuk kering akan terasa menyiksa apabila Anda tidak melakukan proses penyembuhan untuk meredakannya. Terlebih lagi dengan suara batuk yang bisa mengganggu lingkungan di sekitar Anda.

Oleh karena itu, apabila batuk kering sedang mendera, cobalah lakukan beberapa hal ini agar batuk lebih cepat mereda.

Penuhi kebutuhan cairan
Ketika seseorang terserang pilek atau flu, ada kemungkinan seseorang tersebut mengalami postnasal drip, yaitu adanya lendir di bagian belakang hidung dan tenggorokan. Postnasal drip mampu menyebabkan munculnya batuk kering. Mengonsumsi air putih yang cukup bisa membantu meringankan batuk kering sebab pasokan cairan berfungsi mengurangi pengumpulan lendir akibat flu. Cairan pula membuat tenggorokan Anda tetap lembap.
Anda disarankan untuk banyak mengonsumsi air hangat. Hindarilah mengonsumsi air yang terlalu panas sebab akan berdampak pada jaringan yang sudah meradang menjadi semakin teriritasi. Sebaliknya, air hangat justru akan lebih menghidrasi daripada air panas. Anda dapat mencoba teh hangat yang dicampur dengan adas manis dan kayu manis atau campuran teh hangat dengan kemangi, sedikit lada, dan rebusan jahe.
Jus nanas ialah salah satu sari pilihan minuman lain yang mampu meredakan batuk. Dalam hal ini, pada sebuah penelitian menyatakan bahwa jus nanas lima kali lebih efektif dalam meredakan batuk apabila dibandingkan dengan obat batuk. Kandungan dalam jus nanas pula bisa membantu melembutkan laring dengan tidak meninggalkan sisa-sisa (residu) yang  manjadi pemicu batuk. Berkumur-kumur air hangat yang sudah dicampurkan garam dengan posisi kepala ditengadahkan ke atas pun ialah salah satu cara lain yang mampu meringankan peradangan dan membantu mengurangi rasa sakit akibat batuk kering. Kemudian berkumurlah dengan air garam hangat tersebut ketika tenggorokan Anda terasa tidak nyaman atau bisa dilakukan sebelum tidur.
Anda pula bisa menggunakan herba untuk membantu mengurangi intensitas batuk kering. Memanfaatkan daun oregano sebanyak satu sendok makan yang direbus dengan secangkir air, rebuslah hingga panas panas, kemudian hirup aromanya.

Redakan dengan makanan yang menenangkan
Semangkuk sup ayam hangat bisa memberikan tiga manfaat sekaligus bagi Anda yang sedang menderita batuk kering. Pertama, rasa hangatnya membantu menenangkan tenggorokan. Kedua, uap hangatnya membantu membuka selaput pernapasan atas. Ke tiga,  dalam kandungan sup ayam terdapat protein yang membantu untuk menguatkan kembali kondisi fisik yang lemah akibat dari batuk kering.
Ketika batuk kering melanda, Anda pula bisa mengisap permen yang mengandung mentol. Senyawa ini diperoleh dari daun mint yang berguna sebagai penenang di bagian belakang tenggorokan. Kandungan dalam senyawa ini pula mampu membantu meredakan batuk.
Tenggorokan yang teriritasi akan terasa gatal sehingga membuat Anda sangat ingin batuk. Mengonsumsi madu mampu membantu mengurangi iritasi didalam tenggorokan. Kandungan dalam madu bermanfaat untuk melembapkan, menenangkan, dan mengurangi iritasi didalam tenggorokan Anda ketika mengalami peradangan dan batuk kering.

Kondisikan tubuh dan udara di sekitar tetap lembap
Pada kondisi tubuh yang lembap sangat bermanfaat dalam membantu meredakan batuk kering. Menghirup uap air akan membantu menjaga kelembapan. Caranya, rebus air sebanyak satu panci hingga mendidih. Setelah mendidih, pindahkan ke wadah yang aman. Posisikan kepala di atas panci tersebut agar Anda bisa menghirup uapnya. Gunakan handuk di atas kepala untuk memerangkap uap air agar tidak cepat hilang.

Pertimbangkan minum obat
Di dalam tubuh kita terdapat zat bernama histamin. Kandungan didalam zat histamin inilah yang mampu membuat drainase pada hidung dan tenggorokan, sehingga akan menyebabkan terjadinya batuk yang secara terus-menerus tanpa henti. Untuk meredakannya, Anda dapat mengonsumsi antihistamin.
Selain antihistamin, Anda bisa menggunakan dekongestan sebagai pereda batuk. Fungsinya ialah mengurangi postnasal drip pemicu batuk.
Meminum obat untuk meredakan batuk kering ini ada baiknya dilakukan proses pemilihan obat, dan Anda disarankan untuk berkonsultasi dahulu kepada dokter.

Dalam proses pemulihan untuk meredakan batuk kering dengan cara-cara tersebut, baiknya untuk menghindari sesuatu yang mampu memperparah batuk kering kembali lagi, seperti merokok. Dalam hal ini justru asap rokok ialah penyebab utama dari terjadinya batuk kering.

BATUK BERDAHAK

BATUK BERDAHAK         

Pada pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai batuk mulai dari pengertian, penyebab dan pengobatannya. akan tetapi pada pembahasan kali ini, pada dasarnya batuk terbagi menjadi dua jenis yaitu batu berdahak dan batuk tidak berdahak atau kering. dalam hal ini penjelasan mengenai kedua jenis batuk tersebut akan dirangkai secara terpisah.
marilah dimulai saja pembahasan mengenai :

Batuk berdahak terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan dahak lebih dari kadar normal. Akibatnya terbisa dahak pada tenggorokan yang keluar saat Anda batuk. Batuk ialah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak agar bisa bernapas dengan lebih lega.
Salah satu penyebab utama batuk berdahak yaitu oleh pilek, pneumonia dan sinusitis. Akan tetapi kondisi ini bisa  menjadi gejala penyakit bronkitis kronis, gagal jantung, dan asma. Makin lama batuk menetap, maka makin tinggi risiko menbisa penyakit yang lebih serius. Kondisi ini lebih berisiko menyerang seorang perokok dan seorang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah.
  
Penyakit batuk ini umumnya  jarang diperiksakan ke dokter. Akan tetapi ada waktunya Anda perlu memeriksakan diri untuk mencegah risiko terjadinya batuk yang lebih parah. Waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter yaitu :
·         Apabila batuk berdahak Anda tidak kunjung sembuh atau bahkan lebih parah, hingga lebih dari sepekan.
·         Apabila dahak yang keluar saat batuk berwarna hijau pekat atau merah muda berbusa.
·         Apabila terdapat darah dalam dahak Anda.
·         Gejala lain yang akan muncul pada penderita penyakit batuk berdahak diantaranya, yaitu : demam tinggi, nyeri dada, sesak napas, penurunan berat badan, ruam, mengi, telinga sakit, sakit kepala yang terus menerus.
·         Apabila Anda ialah perokok dan batuk Anda makin parah di malam hari.
·         Apabila Anda tiba-tiba merasakan gejala-gejala sakit kepala, nyeri otot, kelelahan.

Meredakan Batuk Berdahak
Dalam hal ini untuk menangani penyakit batuk berdahak ataupun penyakit yang disebabkan oleh virus, obat antibiotic tidak dibutuhkan. Untuk infeksi tidak begitu parah, obat batuk bisa meredakan batuk berdahak, akan tetapi hindari pemberian obat ini kepada anak-anak di bawah usia dua tahun.

Adapun beberapa karakteristik obat untuk penyakit batuk berdahak yang perlu diperhatikan, yaitu :
·         Obat batuk umumnya bermanfaat untuk mengencerkan dahak dan dikenal dengan sebutan ekspektoran agar dahak lebih mudah dikeluarkan ketika batuk.
·         Guaiphenesin atau bromhexine ialah bahan utama pereda batuk berdahak yang pula aman untuk ibu hamil. Walaupun begitu perlu diingat bahwa bahan ini tidak bisa menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi.
·         Apabila batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol yang pula bisa membantu meredakan sakit pada tenggorokan.
Beragam macam obat batuk banyak tersedia di pasar. Akan tetapi ada kondisi tertentu yang harus diwaspadai diantaranya, yaitu :
·         Pada seseorang menderita diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan tiroid, gangguan pernapasan seperti asma.
·         Apabila batuk berdahak diderita balita di bawah dua tahun.
·         Apabila Anda sedang menyusui atau hamil sehingga memerlukan obat batuk yang idak membahayakan bayi.
·         Apabila Anda alergi terhadap obat-obatan, terutama kandungan dalam obat batuk.
Dalam hal ini penting untuk mengonsumsi obat-obatan dengan label dan peruntukan yang tepat untuk menangani batuk berdahak. Akan lebih baik apabila obat-obatan yang ingin dikonsumsi dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter.
Akan tetapi sebelum mengonsumsi obat, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meringankan batuk berdahak.
·         Berkumur dengan air garam selama 60 detik, dengan waktu tiga kali sehari.
·         Perbanyak istirahat dan mengonsumsi cukup air mineral.
·         Jaga suhu tubuh agar tetap hangat. Mandi dengan air hangat bisa membantu mengencerkan dahak.
·         Hindari kontak langsung dengan penderita flu dan batuk.
Pada anak berusia enam tahun dan bahkan dibawah usia enam tahun dianjurkan untuk mengonsumsi bahan alami untuk meredakan batuk, seperti lemon dan madu. Kandungan dalam madu secara alami mampu membersihkan tenggorokan dan meredakan iritasi penyebab batuk. Dengan catatan, madu hanya bisa dikonsumsi oleh anak di atas usia setahun.
Seperti konsumsi obat pada umumnya, obat batuk sebaiknya pula tidak dikonsumsi dalam jangka panjang. Umumnya batuk bisa reda setelah 2-3 minggu, sehingga sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila setelah masa ini batuk tetap tidak kunjung reda.

Baiknya selama masih menderita penyakit batuk, tutupi mulut dengan masker agar batuk tidak menulari orang-orang yang berada di sekitar Anda.