Selasa, 30 Mei 2017

OVERDOSIS OBAT

Overdosis Obat

Overdosis obat dapat disengaja atau tidak. Kejadian ini dapat terjadi karena penyalahgunaan obat-obatan terlarang antara lain : alkohol, agar penderitanya mabuk serta teler, atau ketika seseorang mengonsumsi obat medis — resep, nonresep, bahkan produk herbal — lebih dari takaran dosis yang direkomendasikan dan tubuhnya tidak sempat mengeluarkan kelebihan obat untuk menghindari efek samping yang berbahaya.
Overdosis obat dapat terjadi secara tiba-tiba, ketika penderita mengkonsumsi sejumlah besar dosis obat dikonsumsi dalam satu waktu, atau secara bertahap saat zat obat perlahan menumpuk dalam tubuh selama jangka waktu lama. Overdosis obat ialah kondisi gawat darurat medis.
Mengenali tanda dan gejala overdosis obat
Mengetahui tanda dan gejala overdosis dan tindakan yang tepat untuk dilakukan dapat membantu dapat menghindari tragedi. Seseorang tidak perlu untuk memiliki semua tanda atau gejalanya untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya menunjukkan satu-dua gejala masih dapat berarti mereka berada dalam kesulitan dan membutuhkan bantuan darurat.

Gejala overdosis obat yaitu :

•           Mual
•           Muntah
•           Kram perut
•           Diare
•           Pusing
•           Hilang keseimbangan
•           Kejang (tergantung situasi dan kondisi)
•           Mengantuk
•           Kebingungan
•           Kesulitan bernapas/tidak bernapas
•           Perdarahan internal
•           Halusinasi
•           Gangguan penglihatan
•           Mengorok berat
•           Kulit membiru
•           Koma

Tanda jika diri kita mengalami overdosis obat yaitu :

1. Kelelahan
Apakah dapat sering lelah dan memiliki energi rendah bahkan ketika dapat tidak melakukan apa pun sama sekali? Apakah dapat menemukan bahwa dapat merasa kekurangan napas?
2. Berulang jatuh, cedera, atau kecelakaan
Apakah dapat jatuh lebih sering daripada sebelumnya dan/atau apakah dapat menjadi lebih rentan kecelakaan?
3. Kehilangan atau menambah berat badan tanpa hal jelas
Apakah dapat tiba-tiba memperoleh atau kehilangan berat badan dan tidak tahu mengapa?
4. Kurangnya kebersihan pribadi
Apakah dapat tiba-tiba tidak tertarik untuk mandi, memakai deodoran, menyikat gigi, dan menjaga kebersihan tubuh dapat secara normal?
5. Kesulitan berkonsentrasi dan masalah memori
Pernahkah dapat memperhatikan bahwa dapat tidak dapat berkonsentrasi bahkan hal-hal sederhana atau bahwa dapat mengalami banyak kesulitan mengingat bagaimana melakukan tugas-tugas yang normal?
6. Perubahan dalam pola tidur
Apakah dapat memiliki masalah tidur dimalam hari karena dapat terjaga? Itu sulit bagi dapat untuk tetap terjaga selama sehari karena dapat sering merasa grogi?
7. Halusinasi visual atau auditori, delusi atau psikosis
Apakah dapat pernah memiliki halusinasi seperti: mendengar suara ketika tidak ada yang benar-benar mengatakan apa-apa, melihat lampu atau objek yang tidak benar-benar hadir atau mencium bau yang tidak benar-benar ada?
Apa tentang khayalan dimana dapat percaya bahwa dapat ialah diracuni, berjalan, memiliki penyakit ketika dapat tidak benar-benar sakit, atau bahwa dapats edang tertipu?
Apakah dapat menderita dari psikosis yang melibatkan tidak mampu untuk berhubungan dengan orang lain atau memahami kenyataan? Apakah dapat paranoid atau apakah dapat memiliki ide-ide yang salah tentang apa yang sedang terjadi di sekitar dapat atau dapat bahkan bingung tentang identitas dapat sendiri?
Jika dapat memiliki gejala-gejala tersebut, maka dapat bahwa dapat sedang overmedicated dan perlu mencari bantuan untuk menyingkirkan obat-obatan yang tidak perlu yang dapat menyebabkan dapat lebih banyak ruginya daripada baik.


Cara Mencegah Terjadinya Overdosis

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya overdosis ialah:
         Tidak mengonsumsi satu obat berbarengan dengan obat lain.
         Jika dapat harus minum obat yang telah direkomendasikan oleh dokter, pastikan dapat mengonsumsinya sesuai dengan yang diresepkan.
         Jauhkan obat-obatan dari jangkauan anak-anak.
         Minumlah obat menggunakan alat takar yang sesuai. Karena terdapat sebagian pemberian obat yang menggunakan sendok serta ada pula yang menggunakan pipet tetes  untuk anak-anak.
         dapat harus paham ukuran pemberian obat yang biasa digunakan, yaitu ml (mililiter), sdt (sendok teh), dan sdm (sendok makan).
         Ukuran 1 sendok the disetarakan dengan 5 mililiter. Serta ukuran sendok makan ialah tiga kali lipat ukuran sendok teh.
         Baca petunjuk pemberian obat yang berada pada label kemasan.
         Ada obat untuk anak yang takaran pemberiannya berdasarkan berat badan. Pastikan dapat mengetahui berat badan anak dengan benar.
         Selalu periksa label kadaluarsa obat pada saat akan digunakan untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat.
         Pemeriksaan obat sebelum diberikan, yaitu dengan cara memeriksa keutuhan kemasannya, periksa labelnya untuk mengetahui jenis obat, takaran pemberian, serta periksa kualitas obatnya dengan memastikan bau, warna, dan bentuknya tidak berubah.
         Simpan obat-obatan pada tempat yang tidak mudah terjangkau oleh anak-anak.
         Apabila ada anggota keluarga yang mengalami depresi, segera berikan perawatan kejiwaan untuk mencegahnya dalam mencelakai dirinya sendiri karena cara meminum obat berlebihan.
         Jangan anggap sepele ancaman bunuh diri.
           

Yang dapat dilakukan untuk menolong orang yang overdosis obat yaitu :

1. Segera menghubungi gawat darurat jika orang tersebut telah:
•           Ambruk atau tak sadarkan diri
•           Berhenti bernapas
Jika tidak mendapatkan respon dari seseorang yang tidak sadar, jangan menganggap mereka sedang tidur. Karena tidak semua overdosis terjadi dengan cepat, terkadang kejadian overdosis dapat memakan waktu berjam-jam hinngga korban overdosis kehilangan nyawanya. Tindakan yang diambil secepat mungkin di waktu-waktu kritis dapat menyelamatkan nyawa.
Apabila pasien overdosis telah sadar, kadang pasien terlihat paranoid, bingung, gusar, serta gelisah. Minta keluarga atau teman untuk menenangkan dirinya. Pertimbangkan untuk menghubungi polisi jika keselamatan pasien atau orang di sekitarnya terancam.
2. Jika ia tidak sadar dan tidak bernapas, mulai CPR
Personil gawat darurat yang berbicara pada dengan dapat di telepon dapat memandu dapat untuk melakukannya sampai bantuan tiba. Atau, contek langkah-langkah melakukan CPR, di sini.
3. Jika orang tersebut tidak sadar tapi bernapas
Baringkan ia di sisi tubuhnya. Pastikan jalan napas korban overdosis tetap terbuka dengan cara memiringkan kepala ke arah belakang serta mengangkat dagu. Posisi ini  dapat mencegah orang tersebut tersedak oleh muntahannya, jika ada. Beberapa obat dapat mengakibatkan pemanasan tubuh serius. Serta apabila korban overdosis mamakai baju yang berlapis maka, lepaskan pakaian yang tidak perlu untuk memungkinka permukaan kulit terkena serta untuk menstabilkan temperatur tubuhnya.
Periksa pernapasan serta pantau kondisi mereka sampai bantuan tiba. Jangan coba untuk memaksakan muntah, atau memberikan makan/minum.
4. Cari tahu dia overdosis obat apa
•           Apabila korban tersebut sadar, tanyakan apa yang ia konsumsi, seberapa banyak, kapan terakhir kali ia meminumnya, serta bagaimana ia mengonsumsinya (ditelan, dihirup, atau disuntikkan)
•           Jika korban tidak sadar, periksa sekelilingnya. Kumpulkan botol, plastik, jarum, atau suntikan yang dapat temukan dalam satu kantong plastik. Jika ada muntahan, ambil sedikit sampelnya. Ini bertujuan sebagai bukti untuk diberikan pada personil gawat darurat yang menanganinya dan dianalisis lebih jauh.
5. Sebaiknya tidak meninggalkan korban overdosis sendirian, karena seseorang yang sedang mengalami overdosis dapat masuk serta keluar dari kesadaran dirinya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar