Overdosis
Obat
Overdosis
obat dapat disengaja atau tidak. Kejadian ini dapat terjadi karena
penyalahgunaan obat-obatan terlarang antara lain : alkohol, agar penderitanya
mabuk serta teler, atau ketika seseorang mengonsumsi obat medis — resep,
nonresep, bahkan produk herbal — lebih dari takaran dosis yang direkomendasikan
dan tubuhnya tidak sempat mengeluarkan kelebihan obat untuk menghindari efek
samping yang berbahaya.
Overdosis
obat dapat terjadi secara tiba-tiba, ketika penderita mengkonsumsi sejumlah besar
dosis obat dikonsumsi dalam satu waktu, atau secara bertahap saat zat obat
perlahan menumpuk dalam tubuh selama jangka waktu lama. Overdosis obat ialah
kondisi gawat darurat medis.
Mengenali
tanda dan gejala overdosis obat
Mengetahui
tanda dan gejala overdosis dan tindakan yang tepat untuk dilakukan dapat
membantu dapat menghindari tragedi. Seseorang tidak perlu untuk memiliki semua
tanda atau gejalanya untuk digolongkan sebagai overdosis. Hanya menunjukkan
satu-dua gejala masih dapat berarti mereka berada dalam kesulitan dan
membutuhkan bantuan darurat.
Gejala
overdosis obat yaitu :
• Mual
• Muntah
• Kram perut
• Diare
• Pusing
• Hilang keseimbangan
• Kejang (tergantung situasi dan
kondisi)
• Mengantuk
• Kebingungan
• Kesulitan bernapas/tidak bernapas
• Perdarahan internal
• Halusinasi
• Gangguan penglihatan
• Mengorok berat
• Kulit membiru
• Koma
Tanda
jika diri kita mengalami overdosis obat yaitu :
1.
Kelelahan
Apakah
dapat sering lelah dan memiliki energi rendah bahkan ketika dapat tidak
melakukan apa pun sama sekali? Apakah dapat menemukan bahwa dapat merasa
kekurangan napas?
2.
Berulang jatuh, cedera, atau kecelakaan
Apakah
dapat jatuh lebih sering daripada sebelumnya dan/atau apakah dapat menjadi
lebih rentan kecelakaan?
3.
Kehilangan atau menambah berat badan tanpa hal jelas
Apakah
dapat tiba-tiba memperoleh atau kehilangan berat badan dan tidak tahu mengapa?
4.
Kurangnya kebersihan pribadi
Apakah
dapat tiba-tiba tidak tertarik untuk mandi, memakai deodoran, menyikat gigi,
dan menjaga kebersihan tubuh dapat secara normal?
5.
Kesulitan berkonsentrasi dan masalah memori
Pernahkah
dapat memperhatikan bahwa dapat tidak dapat berkonsentrasi bahkan hal-hal
sederhana atau bahwa dapat mengalami banyak kesulitan mengingat bagaimana
melakukan tugas-tugas yang normal?
6.
Perubahan dalam pola tidur
Apakah
dapat memiliki masalah tidur dimalam hari karena dapat terjaga? Itu sulit bagi
dapat untuk tetap terjaga selama sehari karena dapat sering merasa grogi?
7.
Halusinasi visual atau auditori, delusi atau psikosis
Apakah
dapat pernah memiliki halusinasi seperti: mendengar suara ketika tidak ada yang
benar-benar mengatakan apa-apa, melihat lampu atau objek yang tidak benar-benar
hadir atau mencium bau yang tidak benar-benar ada?
Apa
tentang khayalan dimana dapat percaya bahwa dapat ialah diracuni, berjalan,
memiliki penyakit ketika dapat tidak benar-benar sakit, atau bahwa dapats edang
tertipu?
Apakah
dapat menderita dari psikosis yang melibatkan tidak mampu untuk berhubungan
dengan orang lain atau memahami kenyataan? Apakah dapat paranoid atau apakah
dapat memiliki ide-ide yang salah tentang apa yang sedang terjadi di sekitar
dapat atau dapat bahkan bingung tentang identitas dapat sendiri?
Jika
dapat memiliki gejala-gejala tersebut, maka dapat bahwa dapat sedang overmedicated
dan perlu mencari bantuan untuk menyingkirkan obat-obatan yang tidak perlu yang
dapat menyebabkan dapat lebih banyak ruginya daripada baik.
Cara
Mencegah Terjadinya Overdosis
Beberapa
hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya overdosis ialah:
Tidak mengonsumsi satu obat berbarengan
dengan obat lain.
Jika dapat harus minum obat yang telah
direkomendasikan oleh dokter, pastikan dapat mengonsumsinya sesuai dengan yang
diresepkan.
Jauhkan obat-obatan dari jangkauan
anak-anak.
Minumlah obat menggunakan alat takar
yang sesuai. Karena terdapat sebagian pemberian obat yang menggunakan sendok
serta ada pula yang menggunakan pipet tetes
untuk anak-anak.
dapat harus paham ukuran pemberian obat
yang biasa digunakan, yaitu ml (mililiter), sdt (sendok teh), dan sdm (sendok
makan).
Ukuran 1 sendok the disetarakan dengan
5 mililiter. Serta ukuran sendok makan ialah tiga kali lipat ukuran sendok teh.
Baca petunjuk pemberian obat yang berada
pada label kemasan.
Ada obat untuk anak yang takaran
pemberiannya berdasarkan berat badan. Pastikan dapat mengetahui berat badan
anak dengan benar.
Selalu periksa label kadaluarsa obat
pada saat akan digunakan untuk menghindari kesalahan dalam penggunaan obat.
Pemeriksaan obat sebelum diberikan,
yaitu dengan cara memeriksa keutuhan kemasannya, periksa labelnya untuk
mengetahui jenis obat, takaran pemberian, serta periksa kualitas obatnya dengan
memastikan bau, warna, dan bentuknya tidak berubah.
Simpan obat-obatan pada tempat yang
tidak mudah terjangkau oleh anak-anak.
Apabila ada anggota keluarga yang
mengalami depresi, segera berikan perawatan kejiwaan untuk mencegahnya dalam mencelakai
dirinya sendiri karena cara meminum obat berlebihan.
Jangan anggap sepele ancaman bunuh
diri.
Yang
dapat dilakukan untuk menolong orang yang overdosis obat yaitu :
1.
Segera menghubungi gawat darurat jika orang tersebut telah:
• Ambruk atau tak sadarkan diri
• Berhenti bernapas
Jika
tidak mendapatkan respon dari seseorang yang tidak sadar, jangan menganggap
mereka sedang tidur. Karena tidak semua overdosis terjadi dengan cepat, terkadang
kejadian overdosis dapat memakan waktu berjam-jam hinngga korban overdosis kehilangan
nyawanya. Tindakan yang diambil secepat mungkin di waktu-waktu kritis dapat
menyelamatkan nyawa.
Apabila
pasien overdosis telah sadar, kadang pasien terlihat paranoid, bingung, gusar,
serta gelisah. Minta keluarga atau teman untuk menenangkan dirinya.
Pertimbangkan untuk menghubungi polisi jika keselamatan pasien atau orang di
sekitarnya terancam.
2.
Jika ia tidak sadar dan tidak bernapas, mulai CPR
Personil
gawat darurat yang berbicara pada dengan dapat di telepon dapat memandu dapat
untuk melakukannya sampai bantuan tiba. Atau, contek langkah-langkah melakukan
CPR, di sini.
3.
Jika orang tersebut tidak sadar tapi bernapas
Baringkan
ia di sisi tubuhnya. Pastikan jalan napas korban overdosis tetap terbuka dengan
cara memiringkan kepala ke arah belakang serta mengangkat dagu. Posisi ini dapat mencegah orang tersebut tersedak oleh
muntahannya, jika ada. Beberapa obat dapat mengakibatkan pemanasan tubuh
serius. Serta apabila korban overdosis mamakai baju yang berlapis maka, lepaskan
pakaian yang tidak perlu untuk memungkinka permukaan kulit terkena serta untuk
menstabilkan temperatur tubuhnya.
Periksa
pernapasan serta pantau kondisi mereka sampai bantuan tiba. Jangan coba untuk
memaksakan muntah, atau memberikan makan/minum.
4.
Cari tahu dia overdosis obat apa
• Apabila korban tersebut sadar,
tanyakan apa yang ia konsumsi, seberapa banyak, kapan terakhir kali ia
meminumnya, serta bagaimana ia mengonsumsinya (ditelan, dihirup, atau
disuntikkan)
• Jika korban tidak sadar, periksa
sekelilingnya. Kumpulkan botol, plastik, jarum, atau suntikan yang dapat
temukan dalam satu kantong plastik. Jika ada muntahan, ambil sedikit sampelnya.
Ini bertujuan sebagai bukti untuk diberikan pada personil gawat darurat yang
menanganinya dan dianalisis lebih jauh.
5.
Sebaiknya tidak meninggalkan korban overdosis sendirian, karena seseorang yang sedang
mengalami overdosis dapat masuk serta keluar dari kesadaran dirinya.