Senin, 22 Mei 2017

BATUK BERDAHAK

BATUK BERDAHAK         

Pada pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai batuk mulai dari pengertian, penyebab dan pengobatannya. akan tetapi pada pembahasan kali ini, pada dasarnya batuk terbagi menjadi dua jenis yaitu batu berdahak dan batuk tidak berdahak atau kering. dalam hal ini penjelasan mengenai kedua jenis batuk tersebut akan dirangkai secara terpisah.
marilah dimulai saja pembahasan mengenai :

Batuk berdahak terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan dahak lebih dari kadar normal. Akibatnya terbisa dahak pada tenggorokan yang keluar saat Anda batuk. Batuk ialah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari dahak agar bisa bernapas dengan lebih lega.
Salah satu penyebab utama batuk berdahak yaitu oleh pilek, pneumonia dan sinusitis. Akan tetapi kondisi ini bisa  menjadi gejala penyakit bronkitis kronis, gagal jantung, dan asma. Makin lama batuk menetap, maka makin tinggi risiko menbisa penyakit yang lebih serius. Kondisi ini lebih berisiko menyerang seorang perokok dan seorang yang memiliki kekebalan tubuh yang rendah.
  
Penyakit batuk ini umumnya  jarang diperiksakan ke dokter. Akan tetapi ada waktunya Anda perlu memeriksakan diri untuk mencegah risiko terjadinya batuk yang lebih parah. Waktu yang tepat untuk memeriksakan diri ke dokter yaitu :
·         Apabila batuk berdahak Anda tidak kunjung sembuh atau bahkan lebih parah, hingga lebih dari sepekan.
·         Apabila dahak yang keluar saat batuk berwarna hijau pekat atau merah muda berbusa.
·         Apabila terdapat darah dalam dahak Anda.
·         Gejala lain yang akan muncul pada penderita penyakit batuk berdahak diantaranya, yaitu : demam tinggi, nyeri dada, sesak napas, penurunan berat badan, ruam, mengi, telinga sakit, sakit kepala yang terus menerus.
·         Apabila Anda ialah perokok dan batuk Anda makin parah di malam hari.
·         Apabila Anda tiba-tiba merasakan gejala-gejala sakit kepala, nyeri otot, kelelahan.

Meredakan Batuk Berdahak
Dalam hal ini untuk menangani penyakit batuk berdahak ataupun penyakit yang disebabkan oleh virus, obat antibiotic tidak dibutuhkan. Untuk infeksi tidak begitu parah, obat batuk bisa meredakan batuk berdahak, akan tetapi hindari pemberian obat ini kepada anak-anak di bawah usia dua tahun.

Adapun beberapa karakteristik obat untuk penyakit batuk berdahak yang perlu diperhatikan, yaitu :
·         Obat batuk umumnya bermanfaat untuk mengencerkan dahak dan dikenal dengan sebutan ekspektoran agar dahak lebih mudah dikeluarkan ketika batuk.
·         Guaiphenesin atau bromhexine ialah bahan utama pereda batuk berdahak yang pula aman untuk ibu hamil. Walaupun begitu perlu diingat bahwa bahan ini tidak bisa menyembuhkan kondisi lebih serius yang melatarbelakangi.
·         Apabila batuk disertai demam, konsumsi ibuprofen atau parasetamol yang pula bisa membantu meredakan sakit pada tenggorokan.
Beragam macam obat batuk banyak tersedia di pasar. Akan tetapi ada kondisi tertentu yang harus diwaspadai diantaranya, yaitu :
·         Pada seseorang menderita diabetes, tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan tiroid, gangguan pernapasan seperti asma.
·         Apabila batuk berdahak diderita balita di bawah dua tahun.
·         Apabila Anda sedang menyusui atau hamil sehingga memerlukan obat batuk yang idak membahayakan bayi.
·         Apabila Anda alergi terhadap obat-obatan, terutama kandungan dalam obat batuk.
Dalam hal ini penting untuk mengonsumsi obat-obatan dengan label dan peruntukan yang tepat untuk menangani batuk berdahak. Akan lebih baik apabila obat-obatan yang ingin dikonsumsi dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter.
Akan tetapi sebelum mengonsumsi obat, ada beberapa cara sederhana yang bisa dilakukan untuk meringankan batuk berdahak.
·         Berkumur dengan air garam selama 60 detik, dengan waktu tiga kali sehari.
·         Perbanyak istirahat dan mengonsumsi cukup air mineral.
·         Jaga suhu tubuh agar tetap hangat. Mandi dengan air hangat bisa membantu mengencerkan dahak.
·         Hindari kontak langsung dengan penderita flu dan batuk.
Pada anak berusia enam tahun dan bahkan dibawah usia enam tahun dianjurkan untuk mengonsumsi bahan alami untuk meredakan batuk, seperti lemon dan madu. Kandungan dalam madu secara alami mampu membersihkan tenggorokan dan meredakan iritasi penyebab batuk. Dengan catatan, madu hanya bisa dikonsumsi oleh anak di atas usia setahun.
Seperti konsumsi obat pada umumnya, obat batuk sebaiknya pula tidak dikonsumsi dalam jangka panjang. Umumnya batuk bisa reda setelah 2-3 minggu, sehingga sebaiknya Anda memeriksakan diri ke dokter apabila setelah masa ini batuk tetap tidak kunjung reda.

Baiknya selama masih menderita penyakit batuk, tutupi mulut dengan masker agar batuk tidak menulari orang-orang yang berada di sekitar Anda.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar