BATUK
BERDAHAK
Pada
pembahasan sebelumnya, sudah dijelaskan mengenai batuk mulai dari pengertian,
penyebab dan pengobatannya. akan tetapi pada pembahasan kali ini, pada dasarnya
batuk terbagi menjadi dua jenis yaitu batu berdahak dan batuk tidak berdahak
atau kering. dalam hal ini penjelasan mengenai kedua jenis batuk tersebut akan
dirangkai secara terpisah.
marilah
dimulai saja pembahasan mengenai :
Batuk
berdahak terjadi ketika paru-paru Anda mengalami infeksi sehingga menghasilkan
dahak lebih dari kadar normal. Akibatnya terbisa dahak pada tenggorokan yang
keluar saat Anda batuk. Batuk ialah cara alami tubuh untuk membersihkan saluran
pernapasan dari dahak agar bisa bernapas dengan lebih lega.
Salah
satu penyebab utama batuk berdahak yaitu oleh pilek, pneumonia dan sinusitis.
Akan tetapi kondisi ini bisa menjadi
gejala penyakit bronkitis kronis, gagal jantung, dan asma. Makin lama batuk
menetap, maka makin tinggi risiko menbisa penyakit yang lebih serius. Kondisi
ini lebih berisiko menyerang seorang perokok dan seorang yang memiliki
kekebalan tubuh yang rendah.
Penyakit
batuk ini umumnya jarang diperiksakan ke
dokter. Akan tetapi ada waktunya Anda perlu memeriksakan diri untuk mencegah
risiko terjadinya batuk yang lebih parah. Waktu yang tepat untuk memeriksakan
diri ke dokter yaitu :
·
Apabila batuk berdahak Anda tidak
kunjung sembuh atau bahkan lebih parah, hingga lebih dari sepekan.
·
Apabila dahak yang keluar saat batuk
berwarna hijau pekat atau merah muda berbusa.
·
Apabila terdapat darah dalam dahak Anda.
·
Gejala lain yang akan muncul pada
penderita penyakit batuk berdahak diantaranya, yaitu : demam tinggi, nyeri
dada, sesak napas, penurunan berat badan, ruam, mengi, telinga sakit, sakit
kepala yang terus menerus.
·
Apabila Anda ialah perokok dan batuk
Anda makin parah di malam hari.
·
Apabila Anda tiba-tiba merasakan
gejala-gejala sakit kepala, nyeri otot, kelelahan.
Meredakan
Batuk Berdahak
Dalam
hal ini untuk menangani penyakit batuk berdahak ataupun penyakit yang
disebabkan oleh virus, obat antibiotic tidak dibutuhkan. Untuk infeksi tidak
begitu parah, obat batuk bisa meredakan batuk berdahak, akan tetapi hindari
pemberian obat ini kepada anak-anak di bawah usia dua tahun.
Adapun
beberapa karakteristik obat untuk penyakit batuk berdahak yang perlu diperhatikan,
yaitu :
·
Obat batuk umumnya bermanfaat untuk
mengencerkan dahak dan dikenal dengan sebutan ekspektoran agar dahak lebih
mudah dikeluarkan ketika batuk.
·
Guaiphenesin atau bromhexine ialah bahan
utama pereda batuk berdahak yang pula aman untuk ibu hamil. Walaupun begitu perlu
diingat bahwa bahan ini tidak bisa menyembuhkan kondisi lebih serius yang
melatarbelakangi.
·
Apabila batuk disertai demam, konsumsi
ibuprofen atau parasetamol yang pula bisa membantu meredakan sakit pada
tenggorokan.
Beragam
macam obat batuk banyak tersedia di pasar. Akan tetapi ada kondisi tertentu
yang harus diwaspadai diantaranya, yaitu :
·
Pada seseorang menderita diabetes,
tekanan darah tinggi, sakit jantung, gangguan tiroid, gangguan pernapasan
seperti asma.
·
Apabila batuk berdahak diderita balita
di bawah dua tahun.
·
Apabila Anda sedang menyusui atau hamil
sehingga memerlukan obat batuk yang idak membahayakan bayi.
·
Apabila Anda alergi terhadap
obat-obatan, terutama kandungan dalam obat batuk.
Dalam
hal ini penting untuk mengonsumsi obat-obatan dengan label dan peruntukan yang
tepat untuk menangani batuk berdahak. Akan lebih baik apabila obat-obatan yang
ingin dikonsumsi dikonsultasikan lebih dulu kepada dokter.
Akan
tetapi sebelum mengonsumsi obat, ada beberapa cara sederhana yang bisa
dilakukan untuk meringankan batuk berdahak.
·
Berkumur dengan air garam selama 60
detik, dengan waktu tiga kali sehari.
·
Perbanyak istirahat dan mengonsumsi
cukup air mineral.
·
Jaga suhu tubuh agar tetap hangat. Mandi
dengan air hangat bisa membantu mengencerkan dahak.
·
Hindari kontak langsung dengan penderita
flu dan batuk.
Pada
anak berusia enam tahun dan bahkan dibawah usia enam tahun dianjurkan untuk
mengonsumsi bahan alami untuk meredakan batuk, seperti lemon dan madu. Kandungan
dalam madu secara alami mampu membersihkan tenggorokan dan meredakan iritasi
penyebab batuk. Dengan catatan, madu hanya bisa dikonsumsi oleh anak di atas
usia setahun.
Seperti
konsumsi obat pada umumnya, obat batuk sebaiknya pula tidak dikonsumsi dalam
jangka panjang. Umumnya batuk bisa reda setelah 2-3 minggu, sehingga sebaiknya
Anda memeriksakan diri ke dokter apabila setelah masa ini batuk tetap tidak
kunjung reda.
Baiknya
selama masih menderita penyakit batuk, tutupi mulut dengan masker agar batuk
tidak menulari orang-orang yang berada di sekitar Anda.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar