Kamis, 18 Mei 2017

ADRENALIN

ADRENALIN

Adrenalin (epinefrin) ialah zat yang dilepaskan ke dalam aliran darah oleh kelenjar adrenal. Hormon ini dikenal sebagai hormon “stres”, karena sekresinya meningkat selama stres dan ketegangan. Adrenalin menyebabkan perubahan dalam tubuh, seperti denyut nadi dipercepat, dilatasi pupil, dan aliran darah meningkat ke otot-otot ekstremitas bawah. Digunakan secara medis, adrenalin berfungsi untuk resusitasi, pada Asma (melebarkan bronkus), pada operasi (menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi perdarahan) dan banyak lagi.

Adrenalin atau yang juga dikenal sebagai epinefrin ialah hormon stres yang diproduksi oleh kelenjar adrenal. Adrenalin bisa membuat jantung berdetak lebih cepat, memperkuat kekuatan kontraksi jantung, dan membuka bronkiolus (kantong udara) di paru-paru.
Sekresi adrenalin ialah salah salah satu reaksi tubuh manusia ketika merespon rasa takut, panik, dan merasa terancam. Selain tubuh kita yang bisa mengeluarkan adrenalin dari kelenjar adrenal, tidak jarang juga adrenalin sengaja dimasukkan ke dalam tubuh melalui beragam metode dengan beragam tujuan.

Macam-macam metode tersebut contohnya dengan menyuntikkanya ke dalam pembuluh darah, ke dalam otot, ke lapisan bawah kulit, atau dengan menghirupnya. Tujuannya pun beragam, yaitu :
·         Mengatasi pendarahan yang terletak superfisial (dekat dengan permukaan kulit)
·         Mengatasi henti jantung
·         Meredakan reaksi anafilaksis (reaksi alergi yang menyebar ke seluruh tubuh dan bisa menyebabkan kematian)
·         Meringankan gejala batuk croup (batuk yang umumnya disebabkan oleh bakteri C.Diphtheriae dan berbunyi seperti mengonggong),
·         Sebagai pengobatan pilihan terakhir untuk asma.
Akan tetapi terdapat efek samping yang umumnya terjadi yaitu tubuh berkeringat, bagian tubuh dan tangan gemetar, serta rasa gelisah.

Hubungannya Adrenalin dan Stres
Pada saat Anda stres, adrenalin akan dikeluarkan dan meningkatkan detak jantung Anda, meningkatkan tekanan darah, dan meningkatkan pasokan energi di dalam tubuh.
Kortisol, sebagai hormon stres yang utama, juga akan dihasilkan tubuh dan meningkatkan glukosa atau gula darah di dalam aliran darah tubuh. Tidak hanya itu, kortisol juga akan meningkatkan penggunaan glukosa oleh otak Anda.
Kortisol ini akan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi, dan proses pertumbuhan. Sistem kekebalan tubuh dan bagian otak yang mengontrol suasana hati, rasa takut, serta motivasi di dalam diri Anda, juga akan terpengaruh.
Apabila stres yang Anda alami tidak terjadi dalam jangka waktu yang panjang, kondisi di dalam tubuh Anda akan kembali normal. Tekanan darah akan menjadi normal kembali, detak jantung pun kembali normal seiring menurunnya tingkat hormon kortisol dan adrenalin.

Dalam masalah ini apabila stres yang dialami datang kembali bahkan berkepanjangan, maka kesehatan Anda akan terancam. Maka dari itu artinya hormon stres di dalam tubuh akan mengganggu hampir semua proses tubuh Anda. Sehingga, Anda akan mengalami peningkatan berat badan, gangguan tidur, gangguan pencernaan, meningkatnya risiko penyakit jantung, depresi, merasa gelisah, serta penurunan konsentrasi dan daya ingat.
Pada setiap manusia akan bereaksi berbeda terhadap tekanan dari lingkungannya. Dalam hal ini sebab adanya reaksi terhadap stres dipengaruhi oleh faktor genetik dan pengalaman hidupnya. Pada setiap manusia pula mempunyai gen pengontrol stres yang memiliki batas maksimum berbeda-beda, akan tetapi gen inilah yang nantinya akan menentukan kewajaran reaksi seseorang ketika mengalami stres. Seseorang yang memiliki trauma di masa lalu, umumnya lebih mudah menjadi stres terhadap tekanan yang ringan. Contohnya dalam kehidupan seseorang yang pernah ditelantarkan, dianiaya, menjadi korban kejahatan, mengalami kecelakaan, petugas pemadaman kebakaran, dan pasukan polisi ataupun militer.
Stres bisa dihindari dengan hubungan pertemanan yang sehat, melakukan olahraga teratur, menjaga pola makan sehat, perbanyak melakukan hal yang menyenangkan dan memiliki sifat humoris, dan rutin bermeditasi atau melakukan teknik relaksasi seperti membayangkan situasi yang nyaman dan indah. Selain itu, tidur yang cukup juga tidak kalah pentingnya. Bahkan apabila diperlukan, pada kondisi tertentu konsultasikanlah dengan konselor atau bicara dengan kerabat mengenai masalah yang sedang Anda alami tentunya yang bisa anda percayai.

Adrenalin memang dibutuhkan pada keadaan tertentu oleh tubuh agar mencapai suatu kondisi yang stabil. Akan tetapi,  apabila berlebihan, hormon yang muncul ketika berlangsungnya stres ini pula tidaklah bagus untuk kesehatan tubuh. Ada baiknya, jagalah kesehatan dan keseimbangan hormon Anda dengan menjalani hidup sehat dan miliki pengendalian terhadap diri yang baik.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar