Rabu, 17 Mei 2017

penyebab insomnia

PENYEBAB INSOMNIA
Tidak bisa tidur umumnya dikenal dengan insomnia. Untuk mengatasi masalah insomnia ini, maka bisa dilihat dari penyebabnya terlebih dahulu. apabila sudah diketahui penyebabnya maka dengan mengatasi penyebab tersebut menjadi penting bagi kita untuk mengobatinya. Penyebab seseorang menderita insomnia bisa bermacam-macam, di antaranya: masalah psikologi, masalah kesehatan fisik, efek samping obat-obatan, gaya hidup, dan faktor kenyamanan di ruangan kamar.
  • Masalah psikologi
Masalah psikologi sering kali menjadi faktor utama munculnya gejala insomnia, salah satunya ialah stres. Banyak orang yang tidurnya menjadi terganggu karena mengalami stres. Contoh-contoh pemicu stres bisa bermacam-macam. Ada stres akibat sekolah, pekerjaan, masalah keuangan, dan stres akibat hubungan keluarga dan sosial. Selain stres, depresi akibat kehilangan orang terdekat, kehilangan pekerjaan, atau kehilangan hal lain yang berharga pula bisa menyebabkan insomnia.
Insomnia pula bisa disebabkan oleh kecemasan. Orang yang dihinggapi rasa cemas akan sulit untuk memulai tidur. Contoh rasa cemas ada bermacam-macam, di antaranya cemas akan kondisi keuangan, masa depan, dan cemas dalam memikul tanggung jawab. Bahkan rasa cemas dan panik karena tidak bisa tidur pun bisa membuat seseorang benar-benar tidak bisa tidur.
Selain stres atau cemas, masalah psikologi lainnya yang bisa menyebabkan insomnia ialah penyakit mental, seperti skizofrenia dan gangguan bipolar.
  • Masalah kesehatan fisik yang mendasari
Banyak masalah kesehatan fisik bisa menimbulkan gejala yang bisa membuat seseorang merasa tidak nyaman sehingga menbisa kesulitan untuk memulai atau mempertahankan tidur, contohnya ialah:
§ Menderita penyakit yang menyebabkan nyeri berkepanjangan
§ Gangguan pernapasan (asma dan penyakit paru-paru)
§ Gangguan jantung (gagal jantung dan angina)
§ Masalah otot dan sendi (arthritis)
§ Gangguan hormon (hipertiroidisme)
§ Gangguan saraf (penyakit Parkinson dan Alzheimer)
§ Gangguan organ kemih ialah pembesaran prostat dan inkontinensia urine
§ Penyakit kanker
§ Gangguan pencernaan (penyakit GERD)
§ Stroke
§ Gangguan tidur lainnya (gangguan tidur berjalan, mendengkur, narkolepsi, sindrom kaki gelisah, atau apnea tidur).

  • Pola hidup yang buruk
Insomnia bisa dipicu oleh kebiasaan atau pola hidup tertentu yang kita jalani, salah satunya ialah waktu tidur yang tidak tetap. Pola waktu tidur yang berubah-ubah akan berdampak pada ritme sirkadian yang pada dasarnya berfungsi mengatur metabolisme tubuh, termasuk siklus tidur dan bangun, menjadi terganggu. Manusia umumnya memiliki "alarm tubuh" yang dikenal dengan ritme sirkardian. Ritme ini berhubungan dengan siklus tidur setiap harinya. Semakin rutin dan stabil waktu tidur yang Anda lakukan setiap harinya, maka semakin baik kualitas tidur Anda.
Umumnya insomnia sering dialami oleh orang-orang yang bekerja pada waktu yang tidak tetap, dan cenderung mereka yang memiliki kebiasaan tidur siang untuk mengganti kekurangan waktu tidur malam.
Mengonsumsi makanan dalam porsi besar pula bisa membuat seseorang sulit tidur. Perut yang terlalu kenyang bisa membuat tubuh tidak nyaman saat direbahkan. Tidur tidak lama setelah makan pula bisa berpotensi menyebabkan sakit ulu hati. Tentu saja dengan kondisi-kondisi tersebut, tidur akan terganggu.
Sama seperti makanan berporsi besar, konsumsi minuman berkafein secara berlebihan, nikotin, dan minuman beralkohol sebaiknya dihindari menjelang waktu tidur. Alkohol memang mengandung zat penenang yang bisa membantu mempercepat tidur Anda, akan tetapi tidak bisa membuat Anda tidur hingga mencapai tahap yang lebih lelap.
  • Faktor lingkungan
Lingkungan kamar tidur yang tidak nyaman bisa mengganggu tidur seseorang, seperti suhu kamar yang terlalu dingin atau panas, suara bising, dan cahaya lampu yang terlalu terang.
  • Obat-obatan
Terdapat beberapa jenis obat, baik yang dijual bebas di apotek dan harus dengan resep dokter tentunya memiliki efek samping yang bisa menyebabkan insomnia bagi orang yang mengonsumsinya. Contoh-contoh obat tersebut. Diantaranya yaitu :
§ Obat anti-inflamasi nonsteroid/OAINS
§ Salmeterol, salbutamol, dan theophulline yaitu sejenis obat-obatan untuk asma dan Obat-obatan penghambat beta yang umumnya digunakan untuk darah tinggi.
§ Beberapa jenis obat antidepresan
§ Obat-obatan alergi
§ Obat-obatan steroid
§ Obat-obatan stimulan yang digunakan untuk mengatasi narkolepsi dan gangguan hiperaktif
§ Obat-obatan epilepsi
Adapun beberapa faktor penyebab insomnia yang pada akhirnya berujung kepada kondisi sulit tidur pada jangka waktu yang cukup lama. Hal ini berawal dari kebiasaan pola hidup dan masalah kenyamanan ruangan kamar, hingga akibat dari gangguan psikologi, masalah kesehatan fisik, dan efek samping obat-obatan.

DIAGNOSIS INSOMNIA
Dalam mendiagnosis insomnia, dokter akan terlebih dahulu mengumpulkan keterangan dari pasien terkait dengan riwayat kesehatannya. Dokter akan bertanya terkait mengenai pasien memiliki masalah kesehatan (fisik atau psikologis) dan sedang mengonsumsi obat-obatan tertentu yang mungkin membuatnya sulit tidur.
         Selain itu, dokter pula akan menanyakan apakah pasien memiliki kebiasaan mengonsumsi kafein atau alkohol, disamping menanyakan soal pola makan, porsi olahraga, dan rutinitas tidurnya.
         apabila diperlukan, dokter akan melakukan tes lanjutan apabila insomnia diduga disebabkan oleh masalah kesehatan, salah satunya ialah tes darah untuk memeriksa kadar hormon tiroid.
         Untuk mengetahui tingkat keparahan insomnia, pasien bisa membuat sebuah buku harian tidur selama dua minggu. Adapun beberapa informasi yang harus dicatat dalam buku harian tidur yaitu meliputi : waktu yang dibutuhkan pasien untuk bisa tidur, kira-kira pukul berapa dia mulai tidur, dan pukul berapa pasien bangun.
         Selain hal-hal tersebut, pasien pula bisa mencantumkan beberapa keterangan mengenai apakah pasien merasa stres atau lelah di siang hari, apakah dia melakukan tidur siang, dan waktu makan serta olahraga.
         Dari hasil semua keterangan dan data yang berhasil dikumpulkan tersebutlah dokter akan memberikan pengobatan dan meresepkan obat-obatan yang tepat sesuai dengan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya insomnia.
Adapun beberapa hal yang mungkin ditanyakan dokter sebagai upaya mendiagnosis insomnia, di antaranya yaitu :
         Rutinitas tidur Anda
         Gaya hidup yang buruk, misalnya kebiasaan mengonsumsi kopi atau minuman keras secara berlebihan
         Porsi olahraga Anda
         Riwayat kesehatan (penyakit yang mungkin Anda derita)
         Obat-obatan yang mungkin Anda konsumsi
Selain itu, dokter pula akan meminta Anda membuat buku harian tidur minimal selama dua minggu. Langkah ini bisa membantu dokter memahami pola tidur dan mengukur tingkat keparahan insomnia Anda.
Adapun beberapa informasi yang harus Anda catat di dalam buku harian tidur yaitu meliputi : waktu yang dibutuhkan untuk bisa terlelap, pukul berapa kira-kira Anda mulai tidur, dan pukul berapa Anda terbangun. Lengkapnya informasi akan membantu dokter dalam menangani insomnia Anda secara tepat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar