ASAM LAMBUNG
Asam
lambung ialah suatu jenis penyakit yang umum dan cukup sering terjadi pada
banyak orang. Penyakit yang dalam istilah medisnya dikenal dengan istilah GERD
atau Gastro Esophagel Reflux Disease ini ialah kondisi dimana kadar kandungan
asam yang berada di dalam lambung mengalami peningkatan dan jauh dari kadar
kandungan asam lambung yang normal.
Kondisi
dari normalnya kadar kandungan asam lambung seseorang umumnya berada pada level
keasaman 1.5 sampai 3.5 ph. Pada umumnya pula kondisi asam lambung yang naik
akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Akan tetapi, bukan berarti pada
kadar asam lambung yang rendah pun dalam kategori baik. Asam lambung yang
rendah akan membuat produksi protein untuk pencernaan menjadi terhambat,
sehingga sulit untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam lambung.
Asam
lambung pada dasarnya memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia,
terutama dalam proses pencernaan. Diantaranya, yaitu :
1. Mematikan bakteri penyakit yang masuk
ke dalam lambung
2. Menstabilkan kandungan gula
3. Membantu pembentukan protein enzim
pencernaan di lambung
PENYEBAB PENYAKIT ASAM
LAMBUNG
Penyakit
asam lambung umumnya disebabkan oleh lower esophageal sphinchter (LES) yang
tidak berfungsi dengan baik. LES ialah lingkaran otot di bagian bawah esofagus
yang berfungsi sebagai ‘penjaga gerbang’. Ketika sedang makan, otot LES akan
rileks dan membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makanan lewat,
otot LES akan menjadi tegang dan menutup agar asam lambung dan makanan tidak
naik kembali dari lambung ke esofagus atau kerongkongan.
di
penderita penyakit asam lambung, LES mengalami kelemahan. Akibatnya, asam
lambung bisa lolos dan naik kembali ke esofagus. Penderita akan merasakan nyeri
ulu hati atau sensasi terbakar di dada dan perut menjadi terasa tidak enak.
Walaupun
belum diketahui kepastian dari penyebab melemahnya LES, terdapat beberapa
faktor risiko yang berhubungan dengan kondisi tersebut. Yang pertama ialah
kelebihan berat badan atau obesitas. Orang yang berbadan gemuk memiliki tekanan
yang lebih tinggi di dalam lambungnya dibandingkan dengan orang yang berat
badannya ideal. Tekanan yang tinggi ini diduga melemahkan otot LES.
Faktor
yang kedua ialah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Makanan berlemak
memerlukan waktu pencernaan lebih lama di dalam perut sehingga asam lambung
yang diproduksi akan lebih banyak dan risiko untuk naik kembali ke esofagus
pula lebih tinggi.
Faktor
yang ketiga ialah terlalu banyak mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol, serta
suka merokok. Unsur-unsur ini membuat otot LES menjadi rileks sehingga asam
lambung bisa naik ke kerongkongan.
Faktor
yang keempat ialah kehamilan. Seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami
perubahan hormon, dalam hal inilah yang bisa melemahkan LES. Selain itu akan
terjadi peningkatan tekanan di perut.
Lalu
faktor yang kelima ialah menderita hiatus hernia. Ini ialah kondisi ketika
sebagian dari lambung terdorong hingga melewati diafragma. LES melemah di
penderita hernia hiatus. Faktor stres pula berperan dalam membuat LES menjadi
lemah.
Selain
itu, penderita diabetes pula lebih berisiko menderita penyakit asam lambung.
Kadar gula yang tinggi mampu merusak saraf yang mengendalikan otot perut.
Akibatnya, makanan tinggal di dalam perut lebih lama sebelum berlanjut ke usus
halus. Pada kondisi seperti ini akan memberi peluang pada asam lambung untuk
naik ke kerongkongan.
Selain
faktor-faktor di atas, obat-obatan pula bisa memberi dampak kedi melemahnya
otot LES. Terhadap penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, pemberian
obat penghambat kalsium (calcium-channel blockers) bisa menjadi salah satu
langkah pengobatan. Obat ini bisa melemahkan sistem kerja LES. Selain itu,
nitrat yang dipakai untuk mengobati angina pula bisa melemahkan LES.
DIAGNOSIS PENYAKIT ASAM
LAMBUNG
Untuk
mengetahui apakah Anda menderita penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup
menanyakan gejala-gejala yang dialami dan dia bisa menentukan diagnosisnya.
Tes
lebih lanjut hanya dianjurkan apabila Anda merasakan sakit atau kesulitan saat
menelan, serta apabila gejala tidak mereda setelah mengonsumsi obat-obatan. Tes
lanjut dilakukan untuk kepastian dari gejala yang terjadi bukan hanya
disebabkan oleh penyakit lainya seperti sindrom iritasi usus besar (IBS).
Berikut
ini beberapa tes lanjutan yang mungkin akan disarankan dokter untuk memeriksa
penyakit asam lambung atau GERD.
§ Manometri.
Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi otot LES.
§ Endoskopi.
Pemeriksaan memakai alat endoskop untuk memastikan diagnosis GERD dan pula
untuk melihat apakah ada dinding esofagus yang rusak karena asam.
§ Pemantauan
keasaman di esofagus. Pengukuran pH atau keasaman di esofagus perlu dilakukan
apabila hasil endoskopi belum bisa memastikan adanya penyakit GERD. Diagnosis
GERD bisa dipastikan apabila pH di esofagus terbukti naik drastis setelah waktu
makan.
§ Tes
darah. Tes darah akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan adanya kondisi
anemia yang menjadi tanda terjadinya perdarahan internal.
§ Tes
barium. Tes ini bertujuan untuk memeriksa apabila ada hambatan atau masalah di
saat menelan makanan atau minuman. Tes ini bisa menunjukkan apabila ada masalah
di otot saluran pencernaan saat sedang menelan. Barium ialah zat kimia aman dan
tidak beracun yang bisa terlihat dengan jelas oleh sinar X. Larutan barium akan
diminum, lalu dilakukan pemindaian sinar X untuk mengetahui masalahnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar