Jumat, 19 Mei 2017

ASAM LAMBUNG

ASAM LAMBUNG

Asam lambung ialah suatu jenis penyakit yang umum dan cukup sering terjadi pada banyak orang. Penyakit yang dalam istilah medisnya dikenal dengan istilah GERD atau Gastro Esophagel Reflux Disease ini ialah kondisi dimana kadar kandungan asam yang berada di dalam lambung mengalami peningkatan dan jauh dari kadar kandungan asam lambung yang normal.
Kondisi dari normalnya kadar kandungan asam lambung seseorang umumnya berada pada level keasaman 1.5 sampai 3.5 ph. Pada umumnya pula kondisi asam lambung yang naik akan menimbulkan ketidaknyamanan bagi penderitanya. Akan tetapi, bukan berarti pada kadar asam lambung yang rendah pun dalam kategori baik. Asam lambung yang rendah akan membuat produksi protein untuk pencernaan menjadi terhambat, sehingga sulit untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam lambung.
Asam lambung pada dasarnya memiliki fungsi yang sangat penting bagi tubuh manusia, terutama dalam proses pencernaan. Diantaranya, yaitu :
1.         Mematikan bakteri penyakit yang masuk ke dalam lambung
2.         Menstabilkan kandungan gula
3.         Membantu pembentukan protein enzim pencernaan di lambung

PENYEBAB PENYAKIT ASAM LAMBUNG
Penyakit asam lambung umumnya disebabkan oleh lower esophageal sphinchter (LES) yang tidak berfungsi dengan baik. LES ialah lingkaran otot di bagian bawah esofagus yang berfungsi sebagai ‘penjaga gerbang’. Ketika sedang makan, otot LES akan rileks dan membiarkan makanan masuk ke dalam lambung. Setelah makanan lewat, otot LES akan menjadi tegang dan menutup agar asam lambung dan makanan tidak naik kembali dari lambung ke esofagus atau kerongkongan.
di penderita penyakit asam lambung, LES mengalami kelemahan. Akibatnya, asam lambung bisa lolos dan naik kembali ke esofagus. Penderita akan merasakan nyeri ulu hati atau sensasi terbakar di dada dan perut menjadi terasa tidak enak.
Walaupun belum diketahui kepastian dari penyebab melemahnya LES, terdapat beberapa faktor risiko yang berhubungan dengan kondisi tersebut. Yang pertama ialah kelebihan berat badan atau obesitas. Orang yang berbadan gemuk memiliki tekanan yang lebih tinggi di dalam lambungnya dibandingkan dengan orang yang berat badannya ideal. Tekanan yang tinggi ini diduga melemahkan otot LES.
Faktor yang kedua ialah terlalu banyak mengonsumsi makanan berlemak. Makanan berlemak memerlukan waktu pencernaan lebih lama di dalam perut sehingga asam lambung yang diproduksi akan lebih banyak dan risiko untuk naik kembali ke esofagus pula lebih tinggi.
Faktor yang ketiga ialah terlalu banyak mengonsumsi kopi, cokelat, atau alkohol, serta suka merokok. Unsur-unsur ini membuat otot LES menjadi rileks sehingga asam lambung bisa naik ke kerongkongan.
Faktor yang keempat ialah kehamilan. Seorang wanita yang sedang hamil akan mengalami perubahan hormon, dalam hal inilah yang bisa melemahkan LES. Selain itu akan terjadi peningkatan tekanan di perut.
Lalu faktor yang kelima ialah menderita hiatus hernia. Ini ialah kondisi ketika sebagian dari lambung terdorong hingga melewati diafragma. LES melemah di penderita hernia hiatus. Faktor stres pula berperan dalam membuat LES menjadi lemah.
Selain itu, penderita diabetes pula lebih berisiko menderita penyakit asam lambung. Kadar gula yang tinggi mampu merusak saraf yang mengendalikan otot perut. Akibatnya, makanan tinggal di dalam perut lebih lama sebelum berlanjut ke usus halus. Pada kondisi seperti ini akan memberi peluang pada asam lambung untuk naik ke kerongkongan.
Selain faktor-faktor di atas, obat-obatan pula bisa memberi dampak kedi melemahnya otot LES. Terhadap penderita tekanan darah tinggi atau hipertensi, pemberian obat penghambat kalsium (calcium-channel blockers) bisa menjadi salah satu langkah pengobatan. Obat ini bisa melemahkan sistem kerja LES. Selain itu, nitrat yang dipakai untuk mengobati angina pula bisa melemahkan LES.

DIAGNOSIS PENYAKIT ASAM LAMBUNG
Untuk mengetahui apakah Anda menderita penyakit asam lambung atau GERD, dokter cukup menanyakan gejala-gejala yang dialami dan dia bisa menentukan diagnosisnya.
Tes lebih lanjut hanya dianjurkan apabila Anda merasakan sakit atau kesulitan saat menelan, serta apabila gejala tidak mereda setelah mengonsumsi obat-obatan. Tes lanjut dilakukan untuk kepastian dari gejala yang terjadi bukan hanya disebabkan oleh penyakit lainya seperti sindrom iritasi usus besar (IBS).
Berikut ini beberapa tes lanjutan yang mungkin akan disarankan dokter untuk memeriksa penyakit asam lambung atau GERD.
§  Manometri. Tes ini dilakukan untuk memeriksa fungsi otot LES.
§  Endoskopi. Pemeriksaan memakai alat endoskop untuk memastikan diagnosis GERD dan pula untuk melihat apakah ada dinding esofagus yang rusak karena asam.
§  Pemantauan keasaman di esofagus. Pengukuran pH atau keasaman di esofagus perlu dilakukan apabila hasil endoskopi belum bisa memastikan adanya penyakit GERD. Diagnosis GERD bisa dipastikan apabila pH di esofagus terbukti naik drastis setelah waktu makan.
§  Tes darah. Tes darah akan dilakukan oleh dokter untuk memastikan adanya kondisi anemia yang menjadi tanda terjadinya perdarahan internal.
§  Tes barium. Tes ini bertujuan untuk memeriksa apabila ada hambatan atau masalah di saat menelan makanan atau minuman. Tes ini bisa menunjukkan apabila ada masalah di otot saluran pencernaan saat sedang menelan. Barium ialah zat kimia aman dan tidak beracun yang bisa terlihat dengan jelas oleh sinar X. Larutan barium akan diminum, lalu dilakukan pemindaian sinar X untuk mengetahui masalahnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar