MUNTABER
Muntaber
ialah salah satu gangguan pencernaan sehingga berdampak pada seseorang yang mengalami
muntah dan berak secara bersamaan ataupun terpisah dan berkali-kali, dalam hal
ini akan menjadikan penderita kehabisan cairan di dalam tubuh. Apabila gangguan
pencernaan yang satu ini tidak segera diatasi maka bisa dengan cepat membawa
seseorang di kondisi yang membahayakan jiwanya.
Muntaber
ini salah satu penyakit yang umumnya sering di derita oleh masyarakat Indonesia. Selain penyakit pernapasan, kulit dan paru,
dan bisa di derita oleh siapa saja, tanpa memandang status sosial ekonomi,
umur, mulai dari bayi sampai lansia, semua bisa saja terkena muntaber. Muntaber
disebabkan oleh kuman berupa bakteri dan
virus, alergi, keracunan dan penyebab lainya. Penderita terkena infeksi saluran
nafas atau infeksi saluran kencing atau penyakit tipus sebelum terserang
muntaber. Tetapi yang paling sering menjadi menyebabkan muntaber ialah bakteri
E. coli yang menyerang usus. Pada umumnya muntaber akan terjadi apabila
seseorang mengkonsumsi makanan yang sudah tercemar dengan bakteri E. coli. E. coli ialah nama bakteri yang paling
dikenali oleh orang awam diantara nama-nama bakteri lainnya. Bakteri ini ialah
penyebab penyakit muntaber yang seringkali menimbulkan ledakan kasus atau
outbreak di suatu daerah. E. coli yang ialah penyingkatan dari Escherichia coli
sebenarnya ialah bakteri yang sudah ada di dalam tubuh manusia khususnya di
dalam sistem pencernaan dan tidak menimbulkan penyakit.
Kenali
Gejalanya
Bakteri
yang masuk ke dalam saluran cerna lewat makanan yang telah tercemar akan
menimbulkan radang di saluran cerna sehingga muncul gejala seperti sakit perut,
kembung, mual dan muntah-muntah. Muntaber bisa pula disertai dengan gejala
demam tinggi yang mencapai suhu tubuh 38°C bahkan lebih, kepala pusing, tidak
nafsu makan, lemas, dan elastisitas kulit menurun. Beberapa anak bahkan
mengalami halusinasi apabila sudah mencapai taraf kekurangan cairan elektrolit
dalam tubuh.
Cara Memberikan Oralit
apabila
di rumah sudah tersedia oralit dalam kemasan, maka bisa diberikan kedi
penderita dengan cara :
1. Baca aturan pakai dan ikuti instruksi
yang tertulis dalam kemasan agar dalam hal ini tidak terjadi kesalahan dalam
mencampur serbuk oralit dengan air sehingga jumlahnya berlebihan atau justru
kurang.
2. Konsultasikan dengan tenaga kesehatan
apabila ragu-ragu dalam memberikan oralit.
3. Oralit dikonsumsi sedikit demi sedikit namun
sering, hal ini sebagai upaya agar tidak semakin merangsang terjadinya muntah.
4. apabila Anda hendak memberikan oralit
di anak-anak sebaiknya menggunakan sendok dan jangan dengan botol.
5. apabila terjadi muntah ketika pengonsumsian
oralit, tunggulah hingga 10 menit kemudian lanjutkan dengan pengonsumsian
oralit secara perlahan-lahan.
Cara Mencegah Muntaber
§ Mengkonsumsi
makanan bergizi seimbang dan dalam jumlah yang cukup
§ Penggunaan
air bersih untuk minum
§ Mencuci
tangan sesudah buang air besar dan sebelum makan
§ Membuang
tinja, termasuk tinja bayi di tempatnya
§ Menjaga
kebersihan jamban keluarga
§ Menjaga
kebersihan rumah, terutama kamar mandi, WC dan dapur
§ Menjaga
kebersihan peralatan makan
§ Mencuci
sayuran, buah, dan bahan makanan sebelum dimasak
§ Memisahkan
perangkat anggota keluarga yang terkena muntaber supaya tidak menular di yang
lain
§ Apabila
Anda mempunyai bayi maka berikan ASI eksklusif sampai dengan 6 bulan dan
melanjutkan pemberian ASI sampai 2 tahun pertama kehidupan serta sebisa mungkin
menghindari penggunaan susu botol.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar