Minggu, 21 Mei 2017

KEPUTIHAN

KEPUTIHAN
  
Semua wanita pasti pernah mengalami keputihan. Kondisi alami ini bermanfaat sebagai pembersihkan dan pelindung bagian vagina dari iritasi dan infeksi. Ibu hamil juga bisa mengalami keputihan yang berhubungan dengan kehamilan.
Waktu mengalami keputihan, seorang wanita akan mengeluarkan lendir dari vaginanya. Lendir yang diproduksi kelenjar dalam vagina dan serviks atau leher rahim ini akan keluar sambil membawa sel-sel mati serta bakteri sehingga vagina tetap bersih.

Ciri-ciri Keputihan
Jumlah, warna, serta kekentalan lendir keputihan tergantung di siklus menstruasi yang dialami oleh seorang wanita. Contohnya, jumlah lendir akan lebih banyak di masa subur atau menyusui.n Lendir yang normal umumnya berwarna bening hingga keputih-putihan dan tidak berbau. Lendir tersebut pula tidak disertai gatal-gatal atau rasa perih di daerah vagina.
Apabila mengalami keputihan dengan gejala berbeda, Anda sebaiknya wasdi. Keputihan yang tidak normal tidak sering bisa menjadi pertanda adanya penyakit tertentu. Misalnya, ada perubahan di warna dan kekentalan lendir, jumlah lendir yang berlebihan, bau lendir yang tajam, pendarahan di luar jadwal haid, serta rasa gatal di sekitar vagina dan nyeri di perut.
Keputihan yang tidak normal pula tidak sering dialami oleh remaja putri yang belum melewati masa pubertas dan wanita yang telah menopause. Karena itu, segera periksakan diri ke dokter apabila Anda, anak Anda, atau ada anggota keluarga lain yang mengalaminya.

Jenis-jenis Keputihan yang Tidak Normal
Keputihan yang tidak normal umumnya terjadi karena infeksi. Kondisi ini akan bisa menjadi indikasi dari penyakit-penyakit tertentu dan sebaiknya patut diwaspadai oleh kaum wanita khususnya. Berikut ini ialah penjelasan jenis-jenis keputihan yang tidak normal :
  • Keputihan yang keluar dengan lendir berwarna cokelat dan mengandung darah
Keputihan ini umumnya disebabkan oleh siklus menstruasi yang tidak teratur. Tetapi tetap harus diwaspadai karena walau jarang, kondisi ini bisa menjadi indikasi dari kanker serviks atau rahim.
  • Keputihan disertai rasa nyeri atau pendarahan
Rasa nyeri di tulang panggul atau saat buang air kecil serta munculnya pendarahan di luar siklus menstruasi atau setelah berhubungan seks yang menyertai keputihan, bisa mengindikasikan gonore atau chlamydia (klamidia). Apabila dibiarkan, kedua penyakit menular seksual ini bisa memicu infeksi serius di organ reproduksi wanita. Karena itu, segera temui dokter untuk menjalani pengobatan dengan antibiotik.
  • Keputihan yang keluar dengan lendir berwarna hijau, kuning dan berbuih
Jenis keputihan ini biasanya disebabkan oleh trikomoniasis, yaitu penyakit menular seksual yang disebabkan oleh parasit Trichomonas vaginalis. Lendir akibat infeksi ini umumnya berjumlah banyak, berbau amis, disertai dengan rasa perih saat buang air kecil. Pembengkakan dan gatal-gatal di area vagina, nyeri saat buang air kecil dan berhubungan intim pula akan dialami oleh penderita trikomoniasis. Infeksi ini bisa diatasi dengan pemberian antibiotik.
  • Keputihan disertai luka melepuh di sekitar genital
Penyebab jenis keputihan tidak normal ini umumnya ialah herpes genital. Penyakit ini akan menyebabkan munculnya lepuhan yang terasa sakit di area organ intim. Metode pengobatannya dilakukan dengan konsumsi tablet antivirus. akan tetapi, kekambuhan mungkin terjadi karena virusnya tetap berada dalam tubuh pengidap walau gejala-gejalanya sudah hilang.
  • Keputihan dengan lendir kental, berwarna putih, dan disertai rasa gatal
Keputihan ini dipicu oleh infeksi jamur di vagina. Indikasinya berupa lendir yang kental, tanpa bau, dan berwarna putih seperti susu kental. Gejala-gejala lain yang menyertainya bisa berupa rasa gatal dan perih di sekitar vagina. Pada infeksi ini tidak akan menular melalui hubungan seks dan hanya dialami oleh sebagian besar wanita. Pengobatannya bisa dilakukan dengan obat antijamur yang dijual bebas di apotek.
  • Keputihan dengan lendir encer berwarna putih atau abu-abu dan berbau amis
Perubahan keseimbangan di jumlah bakteri normal di vagina bisa menyebabkan vaginosis bakterialis. Lendir keputihan yang muncul akan berbau amis, encer, dan berwarna putih atau abu-abu, namun tidak disertai rasa gatal atau iritasi. Ini juga termasuk infeksi yang umum terjadi dan tidak menular melalui hubungan seks. Infeksi ini bisa ditangani dengan antibiotik.

Proses Diagnosis keputihan
Sebelum melakukan pemeriksaan fisik dilakukan, dokter akan mengidentifikasi dengan beberapa pertanyaan terlebih dahulu mengenai riwayat kesehatan Anda, dan tanda-tanda yang dialami. Pertanyaan seputar gejala yang mungkin ditanyakan antara lain ialah waktu awal munculnya keputihan, riwayat hubungan seksual, serta deskripsi keputihan yang Anda alami seperti bau, warna, serta ada tidaknya rasa gatal, nyeri, atau sensasi seperti terbakar.
Kemudian dokter akan mengambil sejumlah cairan keputihan dan melakukan pemeriksaan Pap smear untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut di laboratorium.

Pengobatan dan Pencegahan Keputihan

Jenis pengobatan keputihan sangat bergantung dari penyebabnya. Contohnya, apabila keputihan disebabkan oleh jamur, maka dokter akan meresepkan obat antijamur untuk Anda. Seperti jenis obat pil yang diminum sampai obat krim yang dioleskan pada bagian dalam kemaluan. Keputihan bisa dihindari dengan berbagai cara, antara lain membersihkan vagina secara teratur dengan air hangat dan sabun tanpa kandungan bahan kimia. Misalnya, seperti membersihkan vagina dari arah depan ke belakang yang dilakukan sebagai upaya untuk mencegah bakteri masuk ke dalam vagina. Menggunakan pakaian dalam dari bahan katun yang lembut akan membantu proses pencegahannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar